Puluhan Sapi di Kota Cirebon Suspek Penyakit Mulut dan Kuku, Kepala DKPPP: 6 Ekor Positif

Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Perikanan, dan Pertanian (DKPPP) Kota Cirebon, Yati Rohayati, mengatakan, jumlah sapi yang suspek mencapai 63 ekor.

Penulis: Ahmad Imam Baehaqi | Editor: Mumu Mujahidin
Tribuncirebon.com/Ahmad Imam Baehaqi
Sapi di salah satu peternakan di Kelurahan Kalijaga, Kecamatan Harjamukti, Kota Cirebon, Rabu (25/5/2022). Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Perikanan, dan Pertanian (DKPPP) Kota Cirebon, Yati Rohayati, mengatakan, jumlah sapi yang suspek mencapai 63 ekor. 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Ahmad Imam Baehaqi

TRIBUNCIREBON.COM, CIREBON - Puluhan ekor sapi di sejumlah peternakan Kota Cirebon dinyatakan suspek penyakit mulut dan kuku (PMK).

Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Perikanan, dan Pertanian (DKPPP) Kota Cirebon, Yati Rohayati, mengatakan, jumlah sapi yang suspek mencapai 63 ekor.

Namun, menurut dia, dari jumlah tersebut baru enam ekor sapi yang dipastikan positif terjangkit PMK berdasarkan hasil uji laboraturium yang diterimanya.

"Petugas Balai Veteriner Subang baru mengambil sampel enam sapi, dan hasil uji labnya positif PMK," ujar Yati Rohayati saat ditemui di DKPPP Kota Cirebon, Jalan Kalijaga, Kota Cirebon, Selasa (21/6/2022).

Ia mengatakan, dari puluhan sapi suspek PMK itu juga terdapat tujuh ekor yang dinyatakan sembuh dan tidak lagi mengalami gejala apapun.

Yati mengakui, sapi lainnya belum dapat dipastikan terjangkit PMK atau tidak, karena pemeriksaan sampel ternak di Balai Veteriner Subang masih mengantre.

Pihaknya juga mencatat terdapat dua ekor sapi terpaksa disembelih karena kondisinya cukup parah, bahkan terdapat seekor anakan sapi yang mati.

"Sapi terjangkit PMK yang mati itu merupakan pedet atau anakan, dan usianya juga kurang dari delapan bulan," kata Yati Rohayati.

Yati menyampaikan, sejauh ini populasi sapi yang diternak masyarakat Kota Cirebon mencapai 400-an ekor, dan diprediksi meningkat pada Iduladha.

Ratusan sapi tersebut tersebar di sejumlah peternakan di wilayah Kecamatan Kesambi, Lemahwungkuk, dan Harjamukti, Kota Cirebon.

"Sapi yang positif PMK juga berada di salah satu peternakan di wilayah Kecamatan Harjamukti, dan kami terus memantau kondisinya," ujar Yati Rohayati.

Baca juga: Peternak di Indramayu Obati Sapi yang Kena PMK Pakai Ramuan Ini, 15 Hari Langsung Sembuh

Sumber: Tribun Cirebon
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved