Advertorial

Komisi II DPRD Kota Cirebon dan Perumda Farmasi Bahas Permintaan Penyertaan Modal

Komisi II DPRD Kota Cirebon dan Perumda Farmasi Ciremai Kota Cirebon membahas tentang rencana penyertaan modal.

Penulis: Ahmad Imam Baehaqi | Editor: Machmud Mubarok
ISTIMEWA/Dokumentasi HUMAS DPRD KOTA CIREBON
Komisi II DPRD Kota Cirebon saat rapat kerja bersama Perumda Farmasi Ciremai di Ruang Rapat Serbaguna DPRD Kota Cirebon, Jalan Siliwangi, Kota Cirebon, Jumat (10/6/2022). 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Ahmad Imam Baehaqi

TRIBUNCIREBON.COM, CIREBON - Komisi II DPRD Kota Cirebon dan Perumda Farmasi Ciremai Kota Cirebon membahas tentang rencana penyertaan modal.

Hal tersebut dibahas dalam rapat kerja bersama di Ruang Rapat Serbaguna DPRD Kota Cirebon, Jalan Siliwangi, Kota Cirebon, Jumat (10/6/2022).

Ketua Komisi II DPRD Kota Cirebon, Watid Sahriar, mengatakan, rencana penyertaan modal yang akan diajukan tersebut untuk memenuhi kebutuhan operasional dan sebagainya.

Baca juga: Komisi III DPRD Dorong Pemkot Cirebon Perhatikan Nasib Tenaga Honorer

Baca juga: Ketua DPRD Kota Cirebon Apresiasi Penghargaan Editor Choice Tribun Jabar, Semoga Terus Bersinergi

Menurut dia, melihat dari tahun-tahun sebelumnya kondisi keuangan Perumda Farmasi Ciremai sedang kesulitan, bahkan masalahnya pun dianggap cukup kompleks.

"Kondisi keuangannya dari 2017 sudah kesulitan, dan sebelum direksi yang sekarang menjabat juga kondisinya sudah seperti itu," kata Watid Sahriar saat ditemui seusai rapat kerja.

Ia mengatakan, satu-satunya cara untuk mengatasi kondisi keuangan yang sulit ialah melalui penyertaan modal, karena berdampak pada terhambatnya aktivitas bisnis dan pelayanan.

Selain itu, untuk mengatasi stok obat yang sangat kurang, dan masalah lainnya tidak mungkin dari modal sendiri sehingga Perumda Farmasi Ciremai mengajukan penyertaan modal Rp2,5 miliar.

Pihaknya menilai, kondisi semacam itu menjadi salah satu cerminan belum efektifnya pengelolaan perusahaan daerah di Kota Cirebon, sehingga seluruh direksi didorong mampu memperbaiki tata kelolanya.

"Secara umum, inilah tantangan dari perusahaan daerah, tata pengelolaannya masih semi birokrat. Mindsetnya harus diubah, agar tata kelola perusahan daerah harus seperti sebuah perusahaan umum," ujar Watid Sahriar.

Sementara Direktur Utama Perumda Farmasi Ciremai, Emirzal Hamdani, menyampaikan, jajarannya tetap berusaha bekerja semaksimal mungkin meski dalam kondisi yang serba terbatas.

Karenanya, ia pun meminta dukungan dari semua pihak supaya Perumda Farmasi Ciremai bisa mengatasi masalah-masalah yang sedang dialami.

"Apapun yang kami lakukan tidak akan berjalan kalau tidak didukung teman-teman dari eksekutif dan legislatif," kata Emirzal Hamdani.

Sumber: Tribun Cirebon
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved