Advertorial

Komisi III DPRD Dorong Pemkot Cirebon Perhatikan Nasib Tenaga Honorer

Komisi III DPRD Kota Cirebon mendorong Pemkot Cirebon serius memerhatikan nasib tenaga pendidik dan kependidikan non-ASN

Penulis: Ahmad Imam Baehaqi | Editor: Machmud Mubarok
Dokumentasi/Humas DPRD Kota Cirebon
Komisi III DPRD Kota Cirebon saat rapat kerja bersama Disdik Kota Cirebon di Griya Sawala DPRD Kota Cirebon, Jalan Siliwangi, Kota Cirebon, Jumat (10/6/2022). 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Ahmad Imam Baehaqi

TRIBUNCIREBON.COM, CIREBON - Komisi III DPRD Kota Cirebon mendorong Pemkot Cirebon serius memerhatikan nasib tenaga pendidik dan kependidikan non-ASN atau honorer di Kota Cirebon.

Terlebih pemerintah pusat melalui Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) telah menetapkan untuk menghapus tenaga honorer pada 2023.

Ketua Komisi III DPRD Kota Cirebon, dr Tresnawaty, mengatakan, tenaga pendidik non-ASN tidak hanya mengajar di sekolah negeri, namun di sekolah swasta juga.

"Kami sudah menyanyakan rencana Disdik Kota Cirebon mengenai kepastian nasib para tenaga honorer di sekolah," ujar Tresnawaty saat ditemui usai rapat kerja bersama Disdik Kota Cirebon di Griya Sawala DPRD Kota Cirebon, Jalan Siliwangi, Kota Cirebon, Jumat (10/6/2022).

Baca juga: Pansus DPRD Kota Cirebon Kebut Pembahasan Raperda Penyelenggaraan Bangunan Gedung

Baca juga: Komisi II DPRD Kota Cirebon Minta Permasalahan Pasar Kanoman Segera Diselesaikan

Ia mengakui, dalam rapat itu Disdik Kota Cirebon belum bisa mengambil keputusan, karena masih memetakan dahulu kondisi tenaga pendidik dan kependidikan non-ASN di Kota Cirebon.

Menurut dia, jika Disdik Kota Cirebon memiliki pemetaan yang matang mengenai jumlah hingga kebutuhan anggaran tenaga pendidik non-ASN maka solusi yang baik dan tepat dapat dibahas secepatnya.

Bahkan, pihaknya pun siap menindaklanjutinya pada bulan depan sehingga nasib tenaga pendidik dan kependidikan non-ASN di Kota Cirebon dapat dipastikan.

"Pemetaan juga menyangkut hingga take home pay apabila tetap difungsikan di sekolah. Intinya, dicarikam solusi yang tepat dan layak untuk semuanya," kata Tresnawaty.

Sementara itu, Kabid Kurikulum, Tenaga Pendidik dan Kependidikan Disdik Kota Cirebon, Lili Chauliyah, menyampaikan, jumlah tenaga pendidik non-ASN di Kota Cirebon mencapai 3536 orang.

Ribuan tenaga honorer tersebut tersebar di seluruh jenjang pendidikan negeri dan swasta se-Kota Cirebon, dari mulai PAUD, TK, SD, hingga SMP.

Di antaranya, 307 guru berstatus tenaga honoree di 58 PAUD, sedangkan 425 orang lainnya mengajar di 86 TK swasta dan satu yang berstatus negeri.

Selain itu, sebanyak 1887 tenaga honorer mengajar di 25 SD negeri dan 150 SD swasta, sementara pada tingkat SMP jumlah guru non-ASN mencapai 910 orang yang bertugas di 18 SMP negeri serta 26 SMP swasta.

"Kami akan melaksanakan arahan Komisi III DPRD Kota Cirebon untuk memetakan kebutuhannya, sehingga mendapatkan solusi terbaik untuk tenaga honorer," ujar Lili Chauliyah.

Ia mengakui, dari jumlah telah disebutkan belum termasuk tenaga kependidikan, misalnya tukang kebun, pramusaji, sekuriti dan lainnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Cirebon
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved