Breaking News:

Wanita Hamil Asal Majalengka Korban Perdagangan Orang, Diduga Dipaksa Berangkat oleh Sponsor Ilegal

Seorang perempuan asal Kabupaten Majalengka, Jawa Barat diduga menjadi korban perdagangan orang (human trafficking) ke Arab Saudi.

Penulis: Eki Yulianto | Editor: dedy herdiana
Tribuncirebon.com/Eki Yulianto
Keluarga LH saat sedang berkumpul sesaat setelah kepulangan LH, warga Desa Banjaransari, Kecamatan Cikijing, Kabupaten Majalengka yang diduga menjadi korban perdagangan manusia ke Arab Saudi. 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Eki Yulianto

TRIBUNCIREBON.COM, MAJALENGKA- Seorang perempuan asal Kabupaten Majalengka, Jawa Barat diduga menjadi korban perdagangan orang (human trafficking) ke Arab Saudi.

Adalah LH, korban perdagangan orang yang dipekerjakan ke Arab Saudi melalui sponsor yang diduga ilegal.

Terlebih, larangan pengiriman Pekerja Migran Indonesia (PMI) ke Arab Saudi masih berlaku sampai saat ini.

LH yang juga ternyata seorang wanita hamil berhasil dipulangkan relawan Peduli Pekerja Migran Indonesia (PPMI) pada Rabu (25/5/2022).

Warga Blok Sukamulya, Desa Banjaransari, Kecamatan Cikijing, Kabupaten Majalengka itu diduga dipekerjakan oleh sponsor yang tidak memiliki dasar hukum.

Baca juga: Wanita Asal Cianjur Jadi Korban Perdagangan Orang, Dipaksa Layani Pelanggan Cafe di Bangka Belitung

Hal itu ia sadari setelah mengalami beberapa temuan di Arab Saudi, di mana tidak ada jaminan perlindungan hukum jika terjadi hal-hal yang menimpa perempuan berusia 39 tahun itu.

"Pada tanggal 6 Mei 2022, saya dihubungi oleh LH melalui surat elektronik yang mengaku menjadi korban perdagangan manusia dengan dipekerjakan ke Arab Saudi melalui sponsor ilegal dan mengaku ingin pulang ke Majalengka," ujar Relawan PPMI, Witra Chandra Perwira kepada Tribun, Kamis (26/5/2022).

Melalui surat itu, LH diketahui telah berangkat ke Arab Saudi pada bulan Februari 2022.

Namun, baru 3 bulan berada di negara timur tengah itu, yang bersangkutan justru ingin kembali ke keluarganya.

"Di surat elektronik itu tertulis bahwa LH sedang hamil 3 bulan, di mana artinya ketika berangkat ke Arab Saudi sudah dalam keadaan mengandung."

"Selama di Arab Saudi juga, dokumen dia dirampas oleh Agency di sana, sehingga dia baru sadar ternyata pemberangkatannya ke sana (Arab Saudi) dilaksanakan secara ilegal," ucapnya.

Baca juga: Masripah TKW Indramayu yang Tewas di Turki Jadi Korban Perdagangan Orang, SBMI Beberkan Bukti

Menurutnya, LH akhirnya bisa kembali ke kampung halamannya di Desa Banjaransari, Kecamatan Cikijing, Kabupaten Majalengka pada Rabu kemarin.

Setelah pihaknya menjemput di Bandara Soekarno Hatta Selasa malam.

Halaman
12
Sumber: Tribun Cirebon
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved