Warga Pangandaran Geram dan Tersinggung dengan Unggahan Status Facebook Kasar Soal Wisata: Sampah!
Unggahan status bernada kasar di Facebook membuat masyarakat Pangandaran, Jawa Barat Tersinggung dan geram, Ini tulisannya.
Laporan Kontributor Tribunjabar.id Pangandaran, Padna
TRIBUNCIREBON.COM, PANGANDARAN - Sebuah unggahan status bernada kasar di Facebook membuat masyarakat Pangandaran, Jawa Barat tersinggung dan geram.
Unggahan status bernada kasar itu viral di media sosial.
Diketahui, laman akun Facebook tersebut bernama Irna Kacida, dan menulis status di akunnya pada Minggu (27/3/2022).
Akun Irna Kacida menulis status dalam bahasa Sunda,"nyaho keur padet waktu na neangan PAD (Pendapatan Asli Daerah),... Der milu asup ka destinasi, bari punten ngiring ngalangkung da urang lembur.. sumbangsih keur daerah sorangan naon?...ngaruntah wungkul nya ?,,, (Tahu sedang padat waktu untuk mencari PAD, malah ikut ke destinasi sambil izin ikut lewat karena orang pribumi, sumbangsih untuk daerah sendiri mana, nyampah saja ya?)"
Status tersebut sontak membuat geram penggiat media sosial khususnya warga masyarakat Kabupaten Pangandaran.
Informasi yang diterima Tribunjabar.id, ternyata, akun Facebook yang menulis status yang membuat warga Pangandaran, merupakan akun Facebook milik pribadi satu pejabat yang berdinas di Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat.
Satu warga warga Padaherang, Pangandaran, Agus Tame menilai bahwa tulisan postingan tersebut sangat menyinggung masyarakat Pangandaran.
Postingan itu seolah-olah terlalu tendensius terhadap masyarakat Pangandaran dan tidak pantas ditulis. Apalagi, pemilik akun tersebut merupakan seorang pejabat
"Karena Saya asli urang lembur orang Pangandaran, lahir di Cikembulan. Meskipun, dia (akun Irna Kacida) bukan mengatasnamakan Dinas tapi secara personal dia tidak pantas (menulis status yang menyinggung masyarakat Pangandaran). Jelas, Saya pribadi merasa tersinggung," ujar Agus saat dihubungi Tribunjabar.id melalui WhatsApp, Senin (28/3/2022) pagi.
Baca juga: Jembatan Pelabuhan Nelayan di Pangandaran Baru Dibangun, Ambruk Dihantam Ombak, Warga: Asal-asalan
"Mungkin kalau secara kasarnya itu kamu mau hanya menyampah, sumbangsih kamu itu apa? Padahal, yang masuk itu sudah izin. Terus soal PAD, emang PAD bisa rugi (kalau orang Pangandaran masuk ke objek wisata) entah mau piknik munggahan atau ke saudaranya."
Ia mengulas dan bertanya, memang itu yang menanam pohon waru, kelapa, pandan yang ada di pantai Pangandaran khususnya dari wonoharjo ke Karangtirta itu siapa kalau bukan warga Pangandaran?
"Emang pemerintah? Itu lain Pemerintah. Itu dari yayasan yang ditanam warga, tentu kita gak terima sebagai warga Pangandaran," ucapnya.
Menurutnya, setelah ada status seperti itu, Ia mempertanyakan regulasi bagi orang Pangandaran yang ingin masuk ke objek wisata.
"Terus sekarang regulasinya seperti apa? Makanya ini harus ada regulasi yang menentukan seperti apa warga Pangandaran kalau masuk ke objek wisata? Apakah harus memperlihatkan KTP atau identitas khusus atau hasil memiliki apa?" ujar Agus. *
Baca juga: Kisah Wanita Muda Kaya dari Pangandaran, Bukan hasil Trading Seperti Indra Kenz dan Doni Salmanan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/cirebon/foto/bank/originals/viral-akun-facebook-pejabat-singgung-masyarakat-pangandaran.jpg)