RESMI Bandara Internasional Jawa Barat Kertajati Majalengka Jadi Bengkel Pesawat
resmi melakukan kerjasama atau Memorandum of Understanding (MoU) dengan PT ACN Aero Teknik untuk membangun Kertajati Aircraft Maintenance Center.
Penulis: Eki Yulianto | Editor: dedy herdiana
Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Eki Yulianto
TRIBUNCIREBON.COM, MAJALENGKA - Rencana menjadikan Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati, Majalengka sebagai bengkel perawatan pesawat atau maintenance, repair and overhaul (MRO) tampaknya segera terealisasi.
Pasalnya, pihak bandara pada Kamis (3/3/2022) ini resmi melakukan kerjasama atau Memorandum of Understanding (MoU) dengan PT ACN Aero Teknik untuk membangun Kertajati Aircraft Maintenance Center.
Infrastruktur tersebut akan mendorong banyak pesawat untuk melakukan maintenance ke Bandara Kertajati.
Selain dihadiri Direktur BIJB Kertajati dan CEO Grup of Asia Cargo Network Grup dan Asia Cargo Airlines Marco Isaak, kegiatan MoU juga dihadiri langsung oleh Ketua MPR RI, Bambang Soesatyo dan Dirjen Perhubungan Udara, Novi Riyanto.
Baca juga: Bantu Geliatkan Bandara Kertajati Majalengka, Warga NU Ketuk Pintu Langit Melalui Harlah
CEO Grup of Asia Cargo Network Grup dan Asia Cargo Airlines Marco Isaak mengatakan, Bandara Kertajati menawarkan berbagai fasilitas yang bisa dioptimalkan.
Salah satunya, masih memiliki lahan yang luas untuk dapat dibangun perawatan pesawat atau maintenance, repair and overhaul (MRO).
"Ditandai tanda tangan MoU hari ini, resmi kami berinvestasi untuk membangun infrastruktur perawatan pesawat atau maintenance, repair and overhaul (MRO)," ujar Marko saat ditemui di Bandara Kertajati, Kamis (3/3/2022).
Diharapkan, adanya infrastruktur tersebut dapat menarik berbagai pesawat untuk maintenance di Bandara Kertajati.
Mengingat, BIJB saat ini masih terbilang sepi dari aktivitas penerbangan komersial.
"Sebenarnya, dari dua bulan lalu, kita sudah memulai dengan ditangani dengan penerbangan awal kargo untuk menggeliatkan kembali Kertajati. Nah ditambah hari ini, tanda tangan pembangunan infrastruktur MRO," ucapnya.
Masih kata dia, infrastruktur MRO itu akan dibangun di lahan sekitar 4 hektar.
Lokasinya berada tak jauh dari terminal bandara, atau sebelah selatan gudang kargo.
"Pembangunan MRO itu merupakan tahap pertama dan akan memakan waktu sekitar 8 bulan dengan memakan anggaran diperkirakan mencapai Rp 150 miliar. Di sana, nanti bisa menampung 3 pesawat boeing untuk satu waktu dan dua tahun ke depan akan memperluas dengan tambahan lahan 5 hektar," jelas dia.
Ketua MPR RI, Bambang Soesatyo yakin, pengembangan Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB)/Kertajati menjadi Pusat Bengkel Pesawat dengan menyediakan fasilitas maintenance, repair, and overhaul (MRO) bakal ramai.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/cirebon/foto/bank/originals/bandara-kertajati-jadi-bengkel-pesawat-332022.jpg)