Breaking News:

Bantu Geliatkan Bandara Kertajati Majalengka, Warga NU "Ketuk Pintu Langit" Melalui Harlah

Pelaksanaan Harlah itu dihadiri ribuan kader nadiyin, baik pengurus Tanfidziyah, Rais Syuriyah, pengurus MWC NU, serta badan otonom

Penulis: Eki Yulianto | Editor: Machmud Mubarok
TribunCirebon.com/Eki Yulianto
Ribuan warga Nahdlatul Ulama (NU) di Kabupaten Majalengka menggelar Hari Lahir (Harlah) ke-99 di BIJB Kertajati, Majalengka, Jumat (18/2/2022). 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Eki Yulianto

TRIBUNCIREBON.COM, MAJALENGKA - Warga Nahdlatul Ulama (NU) di Kabupaten Majalengka menggelar Hari Lahir (Harlah) ke-99, Jumat (18/2/2022).

Pelaksanaan Harlah itu dihadiri ribuan kader nadiyin, baik pengurus Tanfidziyah, Rais Syuriyah, pengurus MWC NU, serta badan otonom (banom) maupun lembaga dibawah naungan PCNU setempat.

Hadir pula pada kesempatan itu para tamu undangan dari berbagai elemen masyarakat, baik kalangan politisi, birokrat, akademisi, profesional, anggota DPRD Provinsi Jawa Barat dan lain-lain.

Di antara yang hadir Wakil Gubernur Jabar, Uu Ruzhanul Ulum, Wakil Bupati Majalengka Tarsono Dian Mardiana, Wakil Ketua Umum PBNU, Dr KH Zulfa Mustofa MA, Rais Syuriyah PWNU Jabar, Dr. KH Abun Bunyamin dan lain-lain.

Baca juga: SOSOK Gus Yahya Resmi Jabat Ketua Umum PBNU Gantikan Said Aqil Siradj, Ini Profil Lengkapnya

Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, Harlah tahun ini digelar di Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati Majalengka.

Diharapkan, kegiatan tersebut dapat membantu menggeliatkan kembali bandara yang saat ini sepi penumpang.

Wakil Ketua Umum PBNU, Dr KH Zulfa Mustofa MA menuturkan, peringatan Harlah dan momentum satu abad bukan hanya sekadar menjadi sebuah kegiatan seremoni dan romantisme semata.

Tetapi, harus menjadikan momentum untuk memperkuat peran NU di segala bidang, guna meneguhkan perjalanan bangsa dan negara.

NU juga, sambung dia, terbukti setia mengawal NKRI, menguatkan keindonesiaan-kebangsaan.

Pengabdian NU bukan pada kekuasaan pemerintahan, tapi dukungan yang kuat kepada negara serta mengabdi untuk bangsa. 

"NU telah berkontribusi menjadikan Indonesia sebagai bangsa yang bersatu dalam keberagaman dan menjadi rujukan bagi bangsa-bangsa lain. NU juga telah terus-menerus mendorong moderasi beragama, bertoleransi, 
dan kebangsaan," ujar Zulfa kepada Tribun, Jumat (18/2/2022).

Menurut dia, pada tahun 2026 mendatang, NU mencapai usia satu abad atau 100 tahun sejak dideklarasikan pada 1926 di Surabaya oleh para kiai yang dinakhodai Hadlratussyekh KH Hasyim Asy’ari.

Banyak hal telah dilalui oleh jemaah dan jam’iyah NU, baik rintangan, tantangan, sejarah, program, pengabdian untuk umat, bangsa, dan negara.

Halaman
12
Sumber: Tribun Cirebon
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved