Kasus Subang

UPDATE Kasus Subang 2 Wanita Ini Ungkap Kejanggalan Sebelum Pembunuhan Tuti dan Amalia, Ini Katanya

Berikut update terbaru kasus Subang kali ini membahas tentang pengakuan 2 wanita yang merupakan keluarga korban.

Editor: Mumu Mujahidin
istimewa
Korban pembunuhan di Subang, Amalia Mustika Ratu dan Tuti Suhartini 

TRIBUNCIREBON.COM - Misteri kasus Subang belum juga terungkap oleh pihak kepolisian, padahal sudah menginjak 6 bulan.

Berikut update terbaru kasus Subang kali ini membahas tentang pengakuan 2 wanita yang merupakan keluarga korban.

Mereka adalah kakak-kakak Tuti Suhartini yakni Ida dan Yeti.

Ida dan Yeti mengungkapkan kejanggalan sebelum pembunuhan ibu dan anak di Subang itu terjadi.

Berikut pengakuan mereka melansir dari kanal youtube Freddy Soedaryanto Sport.

Yeti (65) kakak tertua dari Tuti korban pembunuhan di Subang saat ditemui di kediamannya, Senin (23/8/2021).
Yeti (65) kakak tertua dari Tuti korban pembunuhan di Subang saat ditemui di kediamannya, Senin (23/8/2021). (Tribunjabar.id/Dwiky Maulana Vellayati)

1. Ada firasat

Ida merasakan firasat akan meninggal dunia apalagi ketika itu ia mengidap penyakit lambung.

"Saya ridho lillahi ta'ala. Memang ada perasaan dan firasat, perasaannya engggak enak," katanya dikutip dari kanal youtube Freddy Soedaryanto Sport, Kamis (17/2/2022).

Ibu Muhammad Ramdanu alias Danu itu merasa firasat dan kejadian itu diberikan adiknya, Tuti.

"Mungkin karena dekat saja. Ada ikatan batin," katanya. 

2. Mendengar suara

Yeti Mulyati, kakak lain Tuti, mengungkapkan kejadian aneh beberapa jam sebelum pembunuhan itu terjadi.

Pada malam sebelum Tuti dan Amel dihabisi atau 17 Agustus 2021 malam, Yeti tiba-tiba mendengar suara tek-tek-tek di rumahnya. Saat itu, ia sedang nonton televisi di rumahnya.

"Saya samperin, apaan sih. Saya ambil sapu lidi dikeprok-keprok semua," katanya.

Suara itu semakin keras terdengar dan Yeti pun mengeprak-ngeprak sapu lidi sejumlah bagian di rumahnya.

Karena tak kunjung berhenti, Yeti akhirnya membiarkan saja suara-suara itu.

"Ya udah biarin aja, tapi feeling udah kemana-mana," kaya Yeti.

Meski polisi belum mengungkap pelaku dan dalang pembunuhan itu, Yeti dan Ida meyakini sosok pelakunya.

"Belakang dihitung, dibaca kejadian sebelum-sebelumnya. Saya baca sendiri. Kok gini, kok gini. Oh pasti (ini pelakunya).

Saya sehari-harinya tahu. Ohh, udah otomatis saja," kata Yeti tanpa mau menyebut nama yang dicurigai.

Baca juga: Kakak Tuti Suhartini Ternyata Sudah Tahu Sosok Pelaku Kasus Subang, Enggan Ungkap Sebelum Polisi

3. Sikap kucing amel

Ida yang mengaku didatangi Tuti dalam mimpi juga meyakini satu sosok di balik pembunuhan Tuti dan Amel.

Dalam mimpi itu Tuti, menyebut satu nama dan meminta Ida untuk tidak ikut-ikut dalam polemiknya.

"Dua hari berturut-turut, mimpi sama. Menyebutkan seseorang," kata Ida.

Firasat Ida semakin kuat ketika dia tiba-tiba ditemui kucing Amel saat berada di Polsek Jalancagak.

Saat bersama banyak polisi, tIba-tiba kucing Amel menciumnya.

Hal ini cukup aneh, karena kucing Amel ini tergolong liar, tapi justru bersikap manis di depan Ida.

Awalnya dia tidak mengira itu kucing Amel, setelah tahu dia pun berusaha mengajak kontak batin dengan kucing Amel.

Dan saat itu, dia seolah-olah dibisiki sosok di balik meninggalnya Amel dan Tuti.

Kapolda Jabar Segera Ungkap Kasus Subang

Sementara itu, Kepala Polda Jawa Barat Irjen Suntana memastikan dalam waktu dekat kasus pembunuhan ibu dan anak di Subang, Jabar segera terungkap.

Menurut Suntana, hingga saat ini tim masih bekerja maksimal di lapangan untuk mengumpulkan informasi, keterangan dan barang bukti.

"Direktur Reskrim Polda Jabar sudah melaporkan perkembangan kasus pembunuhan ibu dan anak di Subang dan sudah ada titik terangnya," kata Suntana di sela kegiatan bakti sosial di Kampung Adat Kasepuhan Ciptagelar, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi pada Jumat, melansir dari ANTARA.

Menurut Kapolda Jabar, untuk mengungkap kasus Subang ini pihaknya pun menggandeng sejumlah ahli dan perkembangannya saat ini sudah ke arah positif.

Ia pun optimistis dalam waktu dekat kasus ini bisa terselesaikan dengan mengungkap pelaku dan motif di balik pembunuhan tersebut.

Baca juga: Kabar Terbaru Kasus Subang, Ibu Danu dan Yeti Ungkap Firasat Sehari Sebelum Tuti dan Amalia Dihabisi

Selain itu, pihaknya mengimbau kepada warga untuk tidak menerka-nerka atau beropini terkait dugaan pembunuhan yang saat ini kasusnya segera dipecahkan pihak kepolisian.

Suntana juga memastikan bahwa dalam penyelidikan kasus ini pihaknya berkerja profesional.

Maka dari itu, warga diimbau untuk bersabar dan jangan mudah percaya terhadap informasi-informasi di media sosial yang belum tentu kebenarannya.

Selain itu, pihaknya pun akan mengumumkan kepada masyarakat setiap perkembangan kasus ini.

"Kami terus berupaya agar kasus pembunuhan ini segera terungkap untuk mengungkap siapa pelaku utamanya dan apa motifnya melakukan pembunuhan terhadap ibu dan anak tersebut," tambahnya.

Danu punya bisnis baru

Sementara itu, sejumlah saksi yang diperiksa intensif polisi kini kembali ke aktivitasnya masing-masing. 

Seperti saksi Muhammad Ramdanu alias Danu yang bakal merintis usaha baru, kedai kopi alias kafe. 

Tak sendiri, Danu akan didukung penuh oleh youtuber Heri Susanto yang selama ini sangat dekat dengannya. 

Kafe yang bakal dikelola Danu ini didirikan di depan kediaman Heri Susanto. 

Heri memastikan kafe ini tanggungjawab sepenuhnya Danu, meskipun secara modal dan pendanaan darinya. 

Baca juga: Keluarga Korban Menanti Pelaku Kasus Subang Ditangkap, Kakak Tuti Ungkap Pesan Adiknya Lewat Mimpi

Diungkapkan, sebelumnya Danu memang dikenalkan pada sejumlah usaha yang digeluti mulai dari bidang pertanian, furniture hingga peternakan kambing. 

"Tapi ternyata dia berbakat dan punya potensi untuk dagang. Danu bisiki saya, katanya,  kang, coba bikin kedai kopi saja," ungkap Heri dikutip dari channel youtube-nya, Jumat (18/2/2022. 

Karena Danu yakin dengan pilihannya, Heru pun langsung menindaklanjuti.

Apalagi, sebelumnya dia juga pernah membuka usaha kedai kopi, meski akhirnya harus tutup. 

Usaha kedai kopi yang dikelola Danu ini tidak membutuhkan modal besar karena secara lahan dan bangunan akan menggunakan kedai lama. 

"Jadi peralatan kopi gak usah beli. Meja, kursi, sudah ada. Low budget lah.
Paling dibenahi tempat untuk area parkir dan mushola, toilet dan tempat selfie," ungkap Heri. 

Dia berharap Danu bisa mengelola usaha kopi ini dan bersabar jika di awal-awal belum banyak konsumennya. 

"Kalau tidak langsung ramai, mudah-mudahan mental danu siap untuk terus saja," katanya. 

Danu yang mendengar hal itu langsung tersenyum. 

"Dari saya mah, selalu siap," ucapnya tegas. 

Diakui Heri, untuk usaha ini memang permodalan dari dia seluruhnya karena sampai saat ini dari juga belum mencairkan gaji dari Youtube.

Diterangkan, meski subscriber Danu kini lebih dari 8 ribu, namun uang adsense yang masuk belum mencapai 100 dolar sehingga belum bisa dicairkan. 

Meski begitu, Heri yakin dengan kerja keras Danu bisa mencapai itu. 

"Pokoknya untuk perkopian bosnya Danu. Bagaimanapun Danu yang ngatur, saya ngikut saja," tukasnya.(*)

Berita lain terkait Kasus Subang

Sumber: Surya
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved