HEBOH Beredar Video Macan Tutul Disebut-sebut di Kuningan, Kepala UPT Damkar Jelaskan Begini

Warga Kuningan dihebohkan dengan beredarnya video macan tutul yang tengah naik ke pohon, menyebut lokasi macan tutul itu berada di Tinggoh,

Penulis: Ahmad Ripai | Editor: Machmud Mubarok

Laporan Kontributor Kuningan, Ahmad Ripai

TRIBUNCIREBON.COM, KUNINGAN - Warga Kuningan dihebohkan dengan beredarnya video macan tutul yang tengah naik ke pohon. Video berdurasi  28 detik itu menyebut lokasi macan tutul itu berada di Tinggoh, Kuningan, Jawa Barat.

Menanggapi kabar video heboh itu,  Kepala UPT Damkar Kuningan Khadafi saat dikonfirmasi mengatakan bahwa video yang masuk dalam WhatsApp Group Balakar Kuningan itu hoax alias palsu.

"Itu video hoax Kang, itu video kejadiannya bukan di Kuningan dan itu berdasarkan hasil koordinasi dengan petugas BKSDA Cirebon," kata Khadafi saat dihubungi ponselnya, Selasa (8/2/2022).

Baca juga: Jelang Perkawinan Slamet Ramdhan Macan Tutul Gunung Ciremai, Kepala BTNGC Ungkap Begini

Baca juga: Petugas BTNGC Siapkan Pasangan Slamet Ramadhan, Macan Tutul Penghuni Gunung Ciremai, untuk Kawin

Khadafi mengatakan, video beredar itu asli direkam oleh warga Garut. Kemudian, lokasi kejadiannya juga di daerah Pameungpeuk atau daerah Garut Selatan.

"Itu video di daerah Pamengpeuk daerah Garut. Kemudian, itu emang video lama kang," kata Khadafi lagi.

Terlepas soal video hoax Macan Tutul itu, Khadafi menjawab bahwa warga di Kuningan selatan juga ramai dengan beredar liar macan tutul.

"Oh, untuk macan tutul yang beredar di daerah Selajambe, memang benar terjadi dan ada laporan dari kami. Cuma untuk penindakannya sudah masuk penanganan petugas BKSDA Cirebon," katanya. 

Kemunculan Macan di  TPSA

- Beredar video ada macan tutul di kawasan hutan sekitar Tempat Pembuangan Sampah Akhir ( TPSA Ciniru) yang terletak di Desa Ciniru, Kecamatan Jalaksana, Kuningan, Jawa Barat, Sabtu (20/11/2021).

Saat dikonfirmasi, Kepala UPT Damkar Kuningan Khadafi mengaku bahwa video itu benar beredar di kalangan.

Pihaknya pun telah mendapat pemberitahuan dari warga tentang adanya seekor macan tutul.

"Betul, video itu dapat kiriman dari warga untuk selalu berhati-hati. Disebarluaskan video itu untuk informasi bagi bapak/ibu diwilayah beradanya macan tutul dimaksud, sedang dipantau oleh warga sekitar, dan sangat disarankan untuk tidak dilakukan penembakan/dibunuh karena hewan/satwa dilindungi," ungkap Khadafi dalam keterangan kepada wartawan.

Alasan tidak boleh dibunuh satwa karnivora itu, kata dia mengklaim bahwa sosok Macan Tutul itu sedang dilakukan pengawasan bersamaan dilakukan koordinasi dengan pihak BKSDA (Balai Kawasan Sumber Daya Alam) Cirebon.

"Tadi diketahui atas pelapor dari Bapak Nana sekaligus pengawas hutan lindung setempat. Bahwa hewan pemakan daging itu sedang dilakukan pengawasan," katanya.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Cirebon
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved