Belasan Kerbau Mati Mendadak di Kuningan

TERUNGKAP dari Belasan Kerbau Mati Mendadak Ada yang Sempat Disembelih dalam Kondisi Kritis

Terungkap, dari belasan kerbau mati mendadak di Kuningan tersebut ada beberapa yang segera disembelih, meski kerbau dalam kondisi kritis.

Penulis: Ahmad Ripai | Editor: dedy herdiana
Dok. UPTD Pusat Kesehatan Hewan Kecamatan Ciawigebang
Sejumlah hewan ternak kerbau yang masih hidup usai diperiksa dokter hewan di Desa Cihirup, Kecamatan Ciawigebang, Kuningan, Jawa Barat. 

Dia menyebut kematian ini menjadi keanehan tersendiri, apalagi dengan jumlah hewan ternak mati itu cukup banyak.

"Ya aneh saja dengan kematian kerbau di desa kami. Karena saat belum mati itu kerbau terlihat bugar dan sehat seperti biasanya. Kebiasaan ini aneh jika dibandingkan kerbau mati yang sebelumnya merasakan sakit," katanya.

Baca juga: HEBOH 16 Kerbau Mati Mendadak di Kuningan, Dokter Hewan Langsung Datangi Lokasi Lakukan Ini

Sekedar berbagi pengalaman saja, kata dia, bahwa kerbau mati karena sakit itu sebelumnya pasti tidak ada nafsu makan.

Kemudian dari tingkahnya, menjadi malas dan tidak ada gairah makan, dan biasanya kerbau itu tidak lama akan mati.

"Iya, kematian kerbau sekarang dan kematian yang berdasarkan pengalaman saya itu jauh beda. Nih, kalau kerbau mati akibat sakit itu pasti tidak nafsu makan dan akhirnya mati. Nah, kejadian ini tidak menunjukkan tanda kesakitan pada kerbau tapi terjadi mati hingga banyak begini," katanya.

Dengan banyaknya kerbau yang mati, diakui Maman, pasti menimbulkan kerugian besar bagi peternak.

Karena hewan ternak yang dikenal sebagai alat tradisional untuk membajak sawah ini memiliki harga jual cukup tinggi.

"Bicara kerugian dari kematian jelas rugilah, bayangkan saja jika harga jual kerbau kami diukur dari harga daging Rp 100 ribu saja per kilogramnya, berapa kerugian kami rasakan jika bobot kerbau di rata-rata bobot 100 kilogram," katanya.

Sebelumnya diketahui bahwa insiden belasan kerbau mati mendadak yang menghebohkan warga di Kuningan, membuat tenaga medis spesialis hewan mendatangi lokasi kejadian.

Tim medis yang melibatkan dokter hewan itu langsung memeriksa kerbau milik warga di Desa Cihirup, Kecamatan Ciawigebang, Kabuten Kuningan.

Aris yang juga Kepala UPTD Pusat Kesehatan Hewan di Kecamatan Ciawigebang, mengaku langsung bergegas ke lokasi kejadian kematian masal pada hewan ternak warga.

"Sebenarnya kematian kerbau hingga berjumlah belasan itu sejak hari Senin kemarin. Dari informasi masuk hingga saat sekarang, kami terus melakukan pengawasan terhadap perkembangan hewan ternak warga tersebut," katanya.

ILUSTRASI: 19 ekor ternak kerbau mati tersambar petir di Dusun II, Desa Urutan, Kecamatan Andam Dewi, Tapanuli Tengah, Senin (19/8/2019) dan menjadi tontonan warga. Selain kerbau, seorang warga juga tewas karena petir di saat yang sama.
ILUSTRASI: 19 ekor ternak kerbau mati tersambar petir di Dusun II, Desa Urutan, Kecamatan Andam Dewi, Tapanuli Tengah, Senin (19/8/2019) dan menjadi tontonan warga. Selain kerbau, seorang warga juga tewas karena petir di saat yang sama. (Dok Polres Tapteng/Tribun-Medan.com)

Hingga sekarang ini dikatakan Aris, pihaknya terus melakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Selama melakukan pengawasan, lanjut dia, da beberapa sampel yang dijadikan bahan penelitian.

"Untuk sampel dalam melakukan penelitian, kenapa kerbau ini bisa mati dan yang mati banyak, kami mengambil sampel dari lingkungan habibat kerbau dan beberapa hal pendukung lainnya," katanya.

Baca juga: BREAKING NEWS: Belasan Kerbau di Kuningan Mati Mendadak, Warga Geger, Kepala Desa Pun Bingung

Halaman
123
Sumber: Tribun Cirebon
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved