Monyet Liar Rusak Ruang Kelas MI

Kawanan Monyet Liar Rusak Fasilitas Pendidikan, Tokoh Masyarakat Ungkap Begini

Peristiwa kerusakan yang terjadi pada sejumlah fasilitas pendidikan oleh kawanan monyet liar diduga terjadi pada malam hari.

Penulis: Ahmad Ripai | Editor: Machmud Mubarok
Dok. Humas Damkar Kuningan
Bangunan dan ruang kelas sekolah di Desa Purwasari, Kecamatan Garawangi, Kuningan alami rusak parah. 

Laporan Kontributor Kuningan, Ahmad Ripai

TRIBUNCIREBON.COM, KUNINGAN - Peristiwa kerusakan yang terjadi pada sejumlah fasilitas pendidikan oleh kawanan monyet liar diduga terjadi pada malam hari. Saat itu, diperkirakan kawanan monyet menjadi ruang kelas sebagai tempat berteduh.

Hal itu ditegaskan oleh Kepala Urusan Pemerintah Desa Purwasari, Kecamatan Garawangi, Kuningan, Sugandi.

"Soal kerusakan itu benar terjadi oleh monyet liar," kata Sugandi saat dihubungi ponselnya, Selasa (18/1/2022).

Baca juga: Damkar Kuningan dan Perbakin Turunkan Penembak Jitu untuk Buru Monyet Liar Perusak Ruang Kelas

Adanya kerusakan sekolah, kata Sugandi mengaku bahwa di lingkungan desanya itu banyak hewan primata yang berkoloni.

"Jadi begini Kang, di desa kami itu banyak koloni monyet liar yang masuk ke lingkungan pemukiman warga dan ada ke tempat lain. Salah satunya, koloni monyet itu menetap di sekolah yang rusak tersebut," katanya.

Kerusakan sekolah, kata dia  diduga akibat banyaknya monyet yang menjadi lokasi itu sebagai tempat tinggal pada malam hari.

"Ya biasanya, kalau masuk waktu Magrib itu monyet sudah kumpul dan masuk ke sekolah. Di sana, kawanan monyet itu berulah hingga terjadi kerusakan pada fasilitas bangunan sekolah tersebut," katanya.

Menurut Sugandi, kerusakan terparah terjadi baru baru ini. Sebab tingkat kerusakan itu ditaksir sekitar 30 persenan. "Ya ada 30 persen, bahkan lebih tingkat kerusakan oleh monyet liar tersebut. Namun mau bagaimana lagi," katanya.

Sugandi mengatakan, kerusakan sekolah itu bukan pada bangunan SMP Negeri, melainkan pada bangunan pendidikan itu milik yayasan dan berada di bawah naungan Kementerian Agama.

"Iya, untuk kerusakan sekolah yang terjadi itu sekolah MI bukan SMP. Sekolah MI itu milik yayasan dan pada tahun 2018, kami bareng donatur baru berbenah hingga sekarang bagus dan rusak lagi oleh monyet," ujarnya. 

Untuk koloni monyet yang biasa singgah di SMP Negeri desa setempat, kata Sugandi, lingkungan sekitar tidak jauh dari lokasi yang dikeramatkan. Tidak sedikit monyet liar itu suka bulak - balik dari lokasi kramat ke bangunan sekolah.

"Ya untuk monyet yang biasa di SMPN itu memang beda koloni dengan monyet yang merusak sekolah MI. Koloni monyet di SMP itu memang masih dekat dengan lokasi yang dikeramatkan masyarakat kami," katanya. 

Selain ada lokasi yang dikeramatkan, kata Sugandi mengklaim koloni monyet SMPN itu suka mengambil makanan sisa dari pabrik roti yang berada di lokasi sekitar. "Jadi begini, monyet yang berkoloni dan biasa di SMPN itu biasanya suka ngambil sampah atau sisa makanan yang di bak sampah kawasan dekat pabrik roti. Monyet disana jumlahnya juga cukup banyak," katanya.

Diberitakan sebelummnya, Bangunan dan ruang kelas sekolah di Desa Purwasari, Kecamatan Garawangi, Kuningan mengalami rusak parah, Selasa (18/1/2022).

Halaman
12
Sumber: Tribun Cirebon
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved