Pascalongsor Satu Bulan Lalu, Jalur Provinsi di Majalengka Belum Juga Diperbaiki, Warga Mengeluh

Bencana itu membuat ruas jalan tersebut nyaris putus lantaran besarnya material jalan yang ambles.

Penulis: Eki Yulianto | Editor: Machmud Mubarok
TribunCirebon.com/Eki Yulianto
Potret kondisi ruas jalan di jalur provinsi tepatnya di Desa Cimeong, Kecamatan Banjaran, Kabupaten Majalengka yang semakin hari semakin lebar akibat longsor satu bulan lalu 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Eki Yulianto

TRIBUNCIREBON.COM, MAJALENGKA - Peristiwa longsor terjadi satu bulan lalu di jalur provinsi, tepatnya di ruas jalan yang menghubungkan Kecamatan Majalengka dan Cikijing atau di Desa Cimeong, Kecamatan Banjaran.

Bencana itu membuat ruas jalan tersebut nyaris putus lantaran besarnya material jalan yang ambles.

Pascakejadian tersebut, tampak belum ada aksi perbaikan.

Hal itu tampaknya dikeluhkan oleh sejumlah warga maupun pengendara.

Baca juga: Jalan Cadas Pangeran Tempat Kang Yana Ngeprank Tertutup Longsor, Arus Kendaraan Terhambat

Baca juga: Setahun Longsor Cimanggung Sumedang, Begini Lokasi Korban Tertimbun, Aura Mistis Bikin Takut Warga

Dewangga (34), salah seorang pengguna jalan mengatakan, dirinya jadi lebih hati-hati ketika melintas area tersebut.

"Harus ekstra hati-hati ketika melintas terutama ketika hujan dan malam hari. Longsor terjadi di tikungan jalan yang cukup tajam, dari arah seberang longsoran sungai dan tebing, dari arah Majalengka juga tebing yang kerap longsor," ujar Dewangga, Sabtu (15/1/2022).

Untuk menghindari terjadinya kecelakaan lalu lintas, menurut dia, ada warga yang mengatur laju kendaraan.

Hal itu menjadi keuntungan tersendiri bagi warga yang sering lewat.

“Kemarin mah ada truk tronton dari arah Majalengka menuju Talaga mogok tidak bisa melaju, banyak menginjak lumpur. Pengemudi nampaknya terlampau hati-hati hingga melaju terlalu pinggir melebihi bahu jalan, akibatnya ban kendaraan tertanam ke tanah lumpur dan tidak bisa melaju lagi,” ucapnya.

Pantauan Tribun di lapangan, longsor jalan yang terjadi pada awal Desember tahun 2021 lalu di titik tersebut semakin lebar dan panjang.

Hingga curamnya jurang semakin jelas terlihat oleh pengguna jalan.

Longsoran badan jalan yang semula hanya sekitar dua meteran kini hampir sebagian badan jalan.

Demikian juga dengan panjang longsoran yang semakin panjang, semula panjang longsoran hanya kurang lebih 11 meter.

Kendaraan yang melaju dari kedua arah tidak bisa berpapasan.

Kini terpaksa dilakukan buka tutup jalan untuk menghindari terjadinya kecelakaan. Antrian panjang kendaraan kerap terjadi terutama disaat jam-jam tertentu atau terjadi hujan deras. (*)

Sumber: Tribun Cirebon
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved