FAKTA 4 Mantan Pemain Timnas Indonesia, Redup di Usia Muda, Ada yang Jadi Tentara Hingga Jadi Begal
Tak sedikit dari mereka yang pernah menjadi bagian dari pasukan Timnas Indonesia justru karirnya meredup, bahkan ada yang bernasib sial.
TRIBUNCIREBON.COM - Semua pemain sepak bola di negeri ini pasti sempat punya cita-cita menjadi pemain Timnas Indonesia.
Apalagi jika melihat pemain Timnas Indonesia sekarang ini, sederet hadiah dan kadeudeuh sudah menanti jika mampu meraih prestasi yang gemilang.
Tapi ternyata, tak ada jaminan bagi pemain berlabel Timnas Indonesia karirnya akan melejit di masa selanjutnya.
Bahkan tak sedikit dari mereka yang pernah menjadi bagian dari pasukan Garuda ( Timnas Indonesia) justru karirnya meredup, bahkan ada yang bernasib sial.
Baca juga: Shin Tae-yong Ubah Kebiasaan Tabu di Timnas Indonesia, Dulu Pernah Jewer Pemain
Baca juga: 14 Pemain Diproyeksikan ke Timnas U-23 Indonesia 5 Pemain U-18 Naik Kelas, Shin Tae-yong Siap Meramu
1. Maldini Pali

Maldini Pali adalah pemain sepak bola profesional asal Indonesia, yang namanya mulai bersinar di ajang Piala AFF U-19 2013.
Maldini Pali mampu membawa Indonesia menjuarai Piala AFF U-19 tahun 2013 dan mengantarkan skuat asuhan Indra Sjafri itu ke kualifikasi Piala Asia U-19 pada 2014.
Sayangnya hingga saat ini, Maldini Pali belum sekalipun mencatatkan menit bermain di tubuh Timnas Indonesia senior, seiring performanya yang tak kunjung membaik.
Bahkan hingga kini belum ada informasi resmi di mana Maldini Pali berkarier.
Melansir Transfermrkt.com, Maldini terakhir tercatat sebagai pemain Kalteng Putra pada tahun 2019.
Baca juga: Sempat Absen Karena Membela Timnas Indonesia, Victor Igbonefo Senang Kembali ke Persib

Muchlis Hadi Ning Syaifullah merupakan sosok pemain sepak bola profesional asli Indonesia kelahiran Mojokerto, pada 26 Oktober 1996.
Di dunia sepak bola, ia lebih dikenal dengan nama Muchlis Hadi Ning.
Ia menjadi bagian dari Timnas Indonesia U-19 ketika menjuarai Piala AFF U-19 2013.
Muchlis Hadi Ning pernah membela Persekap Pasuruan hingga 2013 dan pada 2014 pindah ke PSM Makassar.
Pada awal tahun 2017, Muchlis Hadining meninggalkan PSM dan berlaga bersama Bhayangkara FC.
Muchlis juga pernah memperkuat Persib Bandung di Liga 1 musim 2018/2019.
Namun seiring berjalannya waktu karier Muchlis kian meredup.
Menurut laporan Transfermrkt.com, Muchlis Hadi Ning kini berstatus tanpa klub.
Baca juga: Ezra dan Igbonefo Absen Saat Persib Vs Persita, di Timnas Tak Full Dimainkan, Robert Merasa Kasihan
3. Dedek Hendri

Dedek Hendri pernah menjadi salah satu punggawa Timnas Indonesia U-18.
Karirnya di Tim Nasional juga terbilang cemerlang.
Ia juga pernah dipercaya menjadi kiper di berbagai pertandingan bertaraf Internasional padahal ia merupakan pemain termuda yang ada di tim itu.
Namun sayang kejayaannya tidak berlangsung lama.
Ia memilih untuk mengundurkan diri dan pulang ke kampung halaman dengan alasan ia mendapatkan kabar kalau orangtuanya akan bercerai.
Ia merasa frustasi lantaran perceraian kedua orangtuanya.
Dedek akhirnya berubah, dari menjadi atlet berprestasi menjadi remaja yang terjebak pergaulan yang salah.
Ia mulai mengonsumsi narkoba hingga menjadi begal.
Pada 2008, usai orangtuanya bercerai, Dedek memang sempat melanjutkan sekolahnya di jenjang SMA hingga lulus.
Ia juga menanggung biaya hidupnya sendiri dari hasil bermain di klub kabupaten.
Namun, ia mulai kecanduan narkoba dan menghabiskan sebagian besar penghasilannya untuk membeli barang haram tersebut.
Akhirnya tahun 2015 Dedek memilih gantung sepatu karena karirnya pun semakin meredup setelah kecanduan narkoba.
Lalu tahun 2016 jadi tahun terburuk bagi Dedek.
Ia sebelumnya berkenalan dengan pelaku begal bernama Indra di Pekanbaru.
Lalu, Indra mengajaknya untuk berbuat kejahatan dengan merampas kendaraan, sementara ia memegang senjata api.
Dedek menembak kaki korban dan mengambil sepeda motor milik korban.
Setelahnya, ia menjual motor itu ke penadah dan uangnya ia gunakan untuk dibelikan narkoba.
Dedek akhirnya berhasil ditangkap Satuan Reskrim Polresta Pekanbaru di rumahnya di Danau Bingkuang, Kampar.
Karena kejatahannya, Dedek harus mendekam di balik jeruji.
Baca juga: Timnas Indonesia Runner-Up Piala AFF 2020, Shin Tae-yong Diberi Perintah Baru dari Presiden Jokowi
4. Fachri Firmansyah

Fachri Firmansyah adalah pemain sepak bola yang kini menjadi seorang prajurit TNI.
Fachri Firmansyah berhasil lolos seleksi untuk menjadi bagian dari skuad Timnas U-21 Indonesia yang bertanding di turnamen COTIF di Spanyol pada tahun 2014.
Petaka justru datang kepada Fachri Firmansyah saat membela Timnas, ia mengalami cedera ACL saat membela Timnas U-21 Indonesia di Spanyol.
Cedera yang cukup parah bagi seorang pemain sepak bola tersebut membuatnya sempat berhenti berkarier sebagai pemain sepak bola.
Karena tidak mendapat terapi usai cedera ACL membuat Fachri sempat menjadi seorang Satpam setelah sempat menjadi seorang di salah satu pabrik rokok di kediri.
Setelah mengalami cedera yang membuat mimpinya di dunia sepak bola kandas, ia sempat mengalami tekanan batin dan memutuskan untuk masuk ke Pondok Pesantren Attahzib di daerah Rejoagung, Ngoro, Jombang untuk menenangkan pikiran.
Ia juga sempat menjadi kuli panggul LPG di Rungkut Industri, namun ia hanya bertahan selama tiga bulan karena tidak kuat.
Perhatian Dari Ketum PSSI
Setelah kabar soal Fachri Firmansyah yang menjadi satpam usai mendapatkan cedera saat membela Timnas U-21 tersebar di media, ia mendapat perhatian dari Ketua Umum PSSI, Edy Rahmayadi pada tahun 2017 lalu.
Ketua Umum PSSI, Edy Rahmayadi, dengan menjenguk Fachri di RS. Gatot Subroto, Jakarta Pusat RS Gatot Subroto, beberapa hari setelah Fachri menjalani operasi keduanya di rumah sakit tersebut.
Setelah sempat menjadi satpam di salah satu pabrik rokok ternama di Kota Kediri, Fachri lantas mendapat bantuan dari Ketua Umum PSSI, Edy Rahmayadi.
Kini ia tidak perlu begitu khawatir soal masa depannya, karena Fachri Firmansyah sudah menjadi anggota dari TNI.
Artikel ini telah tayang di TribunJatim.com