Breaking News:

Tanah Jenderal Purn TNI AD yang Mantan Direktur BAIS Dirampas Mafia Tanah, TSK-nya Bukan Orang Biasa

Seorang Purnawirawan Jenderal TNI AD berinisial ES, menjadi korban mafia tanah di Depok, Jawa Barat. Tersangkanya bukan orang masyarakat biasa

Editor: dedy herdiana
Tribunnews.com
Ilustrasi garis polisi 

TRIBUNCIREBON.COM, JAKARTA - Seorang Purnawirawan Jenderal TNI AD berinisial ES, menjadi korban  mafia tanah di Depok, Jawa Barat.

Sosok jenderal ini disebut pernah bertugas di Badan Intelijen Strategis atau BAIS TNI AD.

Sementara para tersangka perampasan alias mafia tanah juga bukan orang masyarakat biasa, mereka minimal pernah memangku jabatan di tatanan masyarakat dan ada seorang pegusaha.

Hal tersebut diungkapkan oleh Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri Brigjen (Pol) Andi Rian Djajadi.

Baca juga: Nyaris 5 Juta TKI Berangkat Secara Ilegal ke Luar Negeri, BP2MI Buru Sindikat Mafia Penyalur

Baca juga: Kecelakaan Maut Pensiunan PNS TNI AL Tabrak 2 Pemotor, Satu Diantaranya Meninggal, Ini Kronologinya

Baca Juga: Anggota DPRD dan Kadishub Depok Jadi Tersangka, Kongkalikong Rampas Aset Purnawirawan Jenderal TNI

Selama bertugas di BAIS, Purnawirawan Jenderal TNI itu disebut-sebut pernah menjabat sebagai Direktur BAIS TNI Angkatan Darat.

“Betul,  purnawirawan berpangkat Mayjen, terakhir berdinas di BAIS  TNI AD,” kata Andi dikutip dari Kompas.com pada Senin (10/1/2022).

Adapun kasus ini berawal dari laporan polisi ada seorang korban berinisial ES yang menjadi korban perampasan aset berupa tanah.

Dalam kasus ini, pelapor merupakan seorang  purnawirawan jenderal bintang dua TNI Angkatan Darat.

Baca Juga: Anggota DPRD dan Kadishub Depok Jadi Tersangka Mafia Tanah

Laporan ES itu dibuat oleh kuasa hukumnya pada 8 Juli 2020 dan telah diterima polisi dengan nomor: LP/B/0372/VII/2020/Bareskrim.

Dalam kasus ini telah ditetapkan sebanyak empat tersangka, yakni Kadishub Depok Eko Herwiyanto, Anggota DPRD di Depok, Nurdin, pihak swasta Hanafi, dan Mantan Direktur PT Abdiluhur Kawuloalit Burhanudin Abu Bakar.

Kendati demikian, keempat tersangka tersebut hingga kini masih belum ditahan. Andi Rian mengatakan tidak semua tersangka harus ditahan.

Baca Juga: Pengakuan Dino Patti Djalal yang Diancam akan Dihabisi Nyawanya usai Bongkar Kasus Mafia Tanah

Halaman
12
Sumber: Kompas TV
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved