Breaking News:

Ratusan Bandar Narkoba Dipindahkan ke Lapas Nusakambangan, Satu Tahanan Satu Sel

Kemenkumham memindahkan ratusan bandar narkoba dari berbagai di walayah di Indonesia, ke Lapas Nusakambangan yang menerapkan sistem one man one cell

Editor: Machmud Mubarok
TribunJabar.id/Nazmi Abdurahman
Direktur Jenderal Pemasyarakatan, Reynhard Silitonga saat menyampaikan rencana pemindahan bandar narkoba ke Lapas Nusakambangan. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Nazmi Abdurahman. 

TRIBUNCIREBON.COM, BANDUNG - Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham), memindahkan ratusan bandar narkoba dari berbagai di walayah di Indonesia, ke Lapas Nusakambangan yang menerapkan sistem one man one cell. 

Pemindahan yang bekerja sama dengan Bareskrim Mabes Polri itu, dilakukan untuk mencegah peredaran gelap narkoba dari lapas dan rutan, serta mencegah pengaruh buruk bandar narkoba terhadap narapidana lainnya. 

"Sepanjang 2021, setidaknya 215 bandar narkoba dipindahkan ke Nusakambangan. Mereka berasal dari berbagai wilayah seperti DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Timur, Aceh, Sumatera Selatan, Lampung, Riau, Jambi, Sumatera Utara, Bali, Kalimantan Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Nusa Tenggara Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Utara, Maluku, Papua, hingga Papua Barat," ujar Koordinator Hubungan Masyarakat dan Protokol Ditjenpas, Rika Aprianti, dalam keterangannya, Selasa (11/1/2022). 

Baca juga: Bandar Narkoba Lukai Polisi Pangkat Iptu, Ditabrak Pakai Mobil, Kejadiannya di KM 208 Tol Palikanci

Baca juga: Kasus Bandar Narkoba Tabrak Polisi Jakarta di Tol Palikanci Ditangani Polres Cirebon Kota

Selain itu, kata dia, sepanjang 2021 juga pihaknya berhasil menggagalkan 148 upaya penyelundupan narkoba ke dalam lapas dan rutan, di seluruh wilayah Indonesia. 

"Upaya Pemasyarakatan tak berhenti sampai di sana. Pemasyarakatan juga terus mempelajari dan mengamati berbagai modus penyelundupan yang mungkin digunakan," katanya. 

Petugas pun, kata dia, diberikan pelatihan dalam pelaksanaan pengawasan dan peningkatan kewaspadaan, untuk mencegah masuknya barang haram ke lapas dan rutan. 

"Komitmen penuh juga ditunjukkan oleh Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan di seluruh Indonesia. Lapas dan rutan berlomba-lomba mendeklarasikan diri untuk Zero Halinar (Bersih dari Hape, Pungli, dan Narkoba)," ucapnya. 

Pihaknya juga berkomitmen dengan rutin melakulan kegiatan razia gabungan, melibatkan Badan Narkotika Nasional (BNN) dan aparat penegak hukum setempat. 

"Pemasyarakatan juga menggelar pemeriksaan urine rutin bagi warga binaan dan petugas untuk memastikan lapa dan rutan bersih dari narkoba," katanya. 

Baca juga: Terima Laporan Bandar Narkoba Tabrak Polisi di Tol Palikanci, Begini Kata Kapolres Cirebon Kota

Baca juga: 10 Bandar Narkoba Ditangkap Polisi Cianjur, Satu Pelaku Ternyata Seorang Pemborong Properti

Menurutnya, berbagai upaya ini dilakukan untuk mendukung program nasional Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN). 

"Direktur Jenderal Pemasyarakatan, Reynhard Silitonga telah menginstruksikan jajaran Pemasyarakatan untuk melaksanakan “3+1”, yaitu Tiga Kunci Pemasyarakatan Maju dan Back to Basics," katanya. 

"Tiga Kunci Pemasyarakatan Maju, yaitu deteksi dini gangguan keamanan dan ketertiban, pemberantasan peredaran gelap narkoba, dan sinergi dengan aparat penegak hukum lainnya menjadi senjata utama Pemasyarakatan dalam memerangi narkoba. Ditambah dengan Back to Basics, mengembalikan tugas dan fungsi Pemasyarakatan sebagaimana mestinya," tambahnya. 

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved