Sabtu, 18 April 2026
Superhub Kota Cirebon
Selamat Datang Di SuperHub Pemerintah Kota Cirebon

Kasus Omicron Terus Bertambah, Hari Ini Tambah 21 Orang, Epidemiolog Bicara Soal Skenario Terburuk

Penyebaran kasus Covid-19 varian Omicron di Indonesia terus bertambah, kini bertambah 21 kasus baru.

Editor: dedy herdiana
Justin TALLIS / AFP
Gambar ilustrasi yang diambil di London pada 2 Desember 2021 menunjukkan empat jarum suntik dan layar bertuliskan 'Omicron', nama varian baru covid 19, dan ilustrasi virus. 

TRIBUNCIREBON.COM - Penyebaran kasus Covid-19 varian Omicron di Indonesia terus bertambah, kini bertambah 21 kasus baru.

Dicky Budiman sang Epidemiolog di Griffith University Australia, mengatakan, skenario terburuk yang harus diantisipasi adalah terjadinya penularan komunitas (community transmition).

Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Siti Nadia Tarmizi mengumumkan dari total 47 kasus, ada satu kasus baru infeksi Omicron kategori penularan lokal, Selasa (28/12/2021).

Sementara, berdasarkan update Kemenkes hari ini, Rabu (29/12/2021), ada penambahan 21 kasus baru penularan varian Omicron.

Dari jumlah total tersebut, 16 orang di antaranya merupakan warga negara Indonesia (WNI) dan lima orang warga negara asing (WNA).

Nadia menuturkan, Arab Saudi dan Turki menjadi negara kedatangan yang paling banyak dari kasus tersebut.

"Adanya kasus Omicron Indonesia karena adanya perjalanan dari beberapa negara seperti Arab Saudi dan Turki, sehingga masyarakat dihimbau untuk mempertimbangkan berlibur ke sana," kata Nadia dalam keterangan tertulis melalui laman resmi Kemenkes RI, Rabu (29/12/2021).

Dengan adanya kasus-kasus baru penularan Omicron di tanah air ini, Dicky menuturkan, meskipun gelombang ketiga pandemi Covid-19 masih dalam kategori moderate atau tidak seperparah akibat infeksi Delta, tetapi ada skenario terburuk yang bisa terjadi dan perlu kita waspadai.

Dicky menyampaikan, penularan komunitas akibat varian Omicron ini berbeda dengan kasus transmisi lokal Omicron yang dilaporkan sebelumnya.

Temuan kasus lokal yakni kasus yang memang ditemukan di dalam negeri, dan diketahui sumber tertular atau terinfeksinya orang tersbeut darimana dan siapa.

"Jadi kasus lokal itu jelas hasil tracing-nya, sumbernya darimana dan siapa, apakah ketika ada event (kegiatan) ataupun misalnya ketika makan di restoran, itu jelas darimana dia (pasien terinfeksi) itu bisa terinfeksi bagaimana," kata Dicky kepada Kompas.com, Selasa (28/12/2021).

Hal ini berbeda dengan penularan komunitas. Di mana penularan ini juga terjadi di dalam negeri, tetapi memiliki dua kemungkinan untuk dimasukkan dalam kategori ini; sumber penularannya tidak jelas, dan penularan berkelanjutan.

"Dan ketika kasus penularan komunitas ini meningkat itu menjadi tanda bahwa kita tidak bisa mengontrol atau mengendalikan pandemi ini," ucap dia.

"Umumnya ada keterkaitan yang hilang, antar-kasus, dan community transmition (kasus infeksi varian Omicron) ini adalah skenario terburuk sebetulnya dalam keterkaitan merespon sesuatu wabah seperti Covid-19 ini," tambahnya.

Baca juga: Delta dan Omicron Menyebar Masif di Berbagai Negara, WHO Cemas Terjadi Tsunami Covid-19

Berikut dua kategori yang dimaksud dalam penularan komunitas di tengah merebaknya penularan varian Omicron ini.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved