Delta dan Omicron Menyebar Masif di Berbagai Negara, WHO Cemas Terjadi Tsunami Covid-19

Kepala Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Tedros Adhanom Ghebreyesus mengaku khawatir akan penyebaran Delta dan Omicron tersebut.

Editor: Mumu Mujahidin
(Christopher Black / Organisasi Kesehatan Dunia / AFP)
Gambar selebaran ini diambil dan dirilis pada 12 Februari 2021 oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menunjukkan Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus menyampaikan sambutannya saat konferensi pers pada 12 Februari 2021 di Jenewa. Kepala Organisasi Kesehatan Dunia mengatakan pada 12 Februari 2021 bahwa semua hipotesis tentang asal-usul pandemi Covid-19 tetap ada di atas meja setelah penyelidikan WHO di China. 

TRIBUNCIREBON.COM - Penyebaran Covid-19 varian Delta dan Omicron semakin masif di berbagai negara.

Kepala Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Tedros Adhanom Ghebreyesus mengaku khawatir akan penyebaran Delta dan Omicron tersebut.

Menurutnya, penyebaran kedua varian tersebut bisa menyebabkan 'tsunami' Covid-19.

Hal ini disampaikan Tedros dalam konferensi pers pada Rabu (29/12/2021) waktu Swiss.

Adapun, kekhawatiran utama Tedros terhadap tsunami Covid-19 adalah munculnya tekanan besar pada tenaga kesehatan yang kelelahan.

Juga, bisa membuat sistem kesehatan di ambang kehancuran dan mengganggu mata pencaharian orang.

Baca juga: Ada Penemuan Mengungkap Omicron Jadi Babak Terakhir Pandemi Covid-19, Ini Kata Ilmuwan

Gambar selebaran ini diambil dan dirilis pada 12 Februari 2021 oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menunjukkan Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus menyampaikan sambutannya saat konferensi pers pada 12 Februari 2021 di Jenewa. Kepala Organisasi Kesehatan Dunia mengatakan pada 12 Februari 2021 bahwa semua hipotesis tentang asal-usul pandemi Covid-19 tetap ada di atas meja setelah penyelidikan WHO di China.
Gambar selebaran ini diambil dan dirilis pada 12 Februari 2021 oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menunjukkan Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus menyampaikan sambutannya saat konferensi pers pada 12 Februari 2021 di Jenewa. Kepala Organisasi Kesehatan Dunia mengatakan pada 12 Februari 2021 bahwa semua hipotesis tentang asal-usul pandemi Covid-19 tetap ada di atas meja setelah penyelidikan WHO di China. (Christopher Black / Organisasi Kesehatan Dunia / AFP)

"Saya sangat prihatin, Omicron yang lebih menular, menyebar pada saat yang sama dengan Delta akan menyebabkan tsunami kasus."

"Ini dan akan terus memberikan tekanan besar pada petugas kesehatan yang sudah kelelahan, dan sistem kesehatan di ambang kehancuran," kata Tedros, dikutip dari Forbes.

Pernyataan Tedros muncul setelah 4,99 juta kasus Covid-19 varian baru dilaporkan secara global antara 20-26 Desember.

Kasus tersebut naik 11 persen dari minggu sebelumnya.

 
Bahkan, pada Rabu pagi, Amerika Serikat memecahkan rekor rata-rata kasus mingguan yang berjumlah sekitar 282.000.

Rekor tersebut melampaui catatan pada bulan Januari 2021 lalu.

Baca juga: Kabar Baik, Ada Obat Anti-Covid Rusia Diklaim Bisa Atasi Covid-19 Delta dan Omicron

Vaksin Tak Buat Kebal terhadap Varian Baru

Tedros juga menuturkan, vaksin Covid-19 saat ini tak menjamin seseorang kebal terhadap varian baru.

"Varian baru yang muncul dapat "menghindari tindakan pencegahan kami" dan membuat vaksin saat ini terhadap Covid-19 atau infeksi sebelumnya tidak efektif dalam melindungi orang dari virus," ujar Tedros.

Oleh sebab itu, Tedros membuka peluang untuk menambahkan vaksin yang dikhususkan mengatasi varian Covid-19 tertentu.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved