Dua Oknum Polisi Sekap dan Aniaya Pemuda hingga Pagi Hari, Kapolres Nunukan Angkat Bicara
Hal ini dibenarkan Kapolres Nunukan AKBP Ricky Hadianto, bahwa adanya kasus dugaan pengeroyokan oleh sejumlah oknum Polres Nunukan terhadap R.
Tapi karena perawakannya kecil, dia suruh saya lawan dia saja. Saya emosi, langsung saja saya hantam pelipisnya," tuturnya.
Bukannya mendapat perlawanan, korban pukulan hanya memberikan ancaman dan meminta R menunggu di lokasi tersebut.
"Dia bilang, saya salah orang kalau main pukul dan langsung pergi. Begitu kembali, dia bawa sekitar lima orang dan mengeroyok saya," lanjutnya.
R lalu diseret ke tengah aspal, diminta tiarap dan diminta menengadah.
Saat itu dia melihat pistol ditodongkan ke kepalanya dan dia akhirnya memilih pasrah.
Ia sangat terkejut karena ternyata orang yang dia pukul adalah aparat polisi.
"Kepala saya ditodong pistol dan digetok. Di situ saya tahu yang saya pukul ternyata polisi," kata dia.
Baca juga: Suami Nonton Video Syur di Flashdisk, Pemerannya Istri dan Oknum Polisi, Perselingkuhan Terbongkar
Disekap dan Dipukuli Sampai Pagi
Penganiayaan yang diterima R tak berhenti sampai disana.
Ia dibawa menggunakan sepeda motor ke sebuah kosan yang ada di wilayah Pasar Baru Nunukan.
Di kosan tersebut, sudah ada beberapa orang teman pengeroyoknya.
Tak lama kemudian, datang beberapa orang lagi yang dikatakan R berasal dari asrama polisi.
R tahu mereka dari asrama polisi karena ada teman yang ia kenal bernama S.
Terkejut melihat R menjadi korban pemukulan, S berusaha menengahi dan melerai.
Namun kelompok tersebut tetap tidak terima, sehingga sempat terjadi cekcok di kalangan mereka.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/cirebon/foto/bank/originals/ilustrasi-polisi.jpg)