Sabtu, 11 April 2026
Superhub Kota Cirebon
Selamat Datang Di SuperHub Pemerintah Kota Cirebon

Dua Oknum Polisi Sekap dan Aniaya Pemuda hingga Pagi Hari, Kapolres Nunukan Angkat Bicara

Hal ini dibenarkan Kapolres Nunukan AKBP Ricky Hadianto, bahwa adanya kasus dugaan pengeroyokan oleh sejumlah oknum Polres Nunukan terhadap R.

Editor: Mumu Mujahidin
Ilustrasi Grafis/Tribun-Video.com
Ilustrasi Polisi 

TRIBUNCIREBON.COM - Sejumlah oknum polisi di Nunukan, Kalimantan Utara, menyekap dan mengeroyok seorang pemuda.

Korban merupakan pemuda berinisial R (21).

Hal ini dibenarkan Kapolres Nunukan AKBP Ricky Hadianto, bahwa adanya kasus dugaan pengeroyokan oleh sejumlah oknum Polres Nunukan terhadap R.

Kasus tersebut kini tengah ditangani Propam.

Dua orang oknum polisi yang terlibat penganiayaan sudah diinterogasi dan Kapolres Nunukan segera memberlakukan larangan bagi polisi baru yang masih lajang.

Ilustrasi penganiayaan.
Ilustrasi penganiayaan. (Shutterstock)

Peristiwa penganiayaan ini bermula ketika R salah panggil, lalu berujung dengan penganiayaan oleh sejumlah oknum polisi.

R sebelumnya sudah dipukuli di depan toko tempatnya bekerja.

Masyarakat yang mengetahui kejadian ini tak berani menolong lantaran mengetahui pelakunya adalah oknum polisi.

Penganiayaan ternyata berlanjut, R dibawa ke kos-kosan dan disekap hingga pagi.

R menceritakan awal mula kejadian yang menimpanya.

Baca juga: Oknum Polisi Diduga Gauli Istri Tahanan Hingga Hamil, Ancam Pindahkan Suami Korban ke Nusakambangan

Dikutip dari TribunKaltim.co, sesekali R meringis saat mengambil napas untuk memulai bicara.

"Bagian dalam perut masih terasa ngilu kalau dipakai gerak, saya dipukuli dari malam sampai jam enam pagi," ujar R, saat ditemui di rumahnya, Selasa (29/12/2021).

Insiden ini terjadi Sabtu (25/12/2021) di depan toko tempatnya bekerja, di Jalan Tien Soeharto Nunukan Timur.

R menceritakan, sekitar pukul 01.00 Wita, ia melambaikan tangan sembari berteriak memanggil dua pengendara motor yang disangka R adalah temannya.

Ia tidak menyangka, teriakan yang disertai lambaian tangan tersebut dianggap tantangan, sehingga terjadi cekcok mulut berujung pemukulan.

"Saya didatangi oleh dua orang yang ku kira teman ku, awalnya yang bawa motor suruh saya duel dengan yang diboncengnya.

Sumber: Tribun Papua
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved