SOSOK Kolonel Priyanto yang Disebut Penabrak Sejoli di Nagreg, Dua TNI Diserahkan ke Pomdam III/SLW

Setelah cukup lama menunggu, identias pelaku penabrak sejoli di Nagreg, Bandung Jawa Barat secara perlahan mulai terungkap ke publik.

Editor: dedy herdiana
Istimewa
Penampakan orang yang diduga membuang tubuh Handi Saputra dan Salsabila setelah kecelakaan di Nagreg belum lama ini. 

TRIBUNCIREBON.COM - Setelah cukup lama menunggu, identias pelaku penabrak sejoli dalam kecelakaan di Nagreg, Bandung Jawa Barat secara perlahan mulai terungkap ke publik.

Tiga pelaku ternyata aggota TNI ini sudah ditangkap dan sedang diperiksa Pomdam masing-masing

Ketiganya ternyata Anggota TNI yang diduga telah membuang jenazah kedua korban yakni Handi Saputra dan pacarnya, Salsabila ke Sungai.

Ketiga pelaku berpura-pura akan membawa kedua korban ke rumah sakit setelah menabraknya. Mereka melarang warga sekitar untuk ikut.

Ternyata justru membuang jasad korban ke Sungai Serayu di Banyumas dan Cilacap Jawa Tengah.

Padahal korban pria diduga masih hidup saat dibuang.

Ketiga pelaku yakni Kolonel Infanteri P berdinas di Korem Gorontalo, Kodam Merdeka, dan kini tengah menjalani penyidikan di Polisi Militer Kodam Merdeka, Manado.

Kemudian dua prajurit lainnya merupakan anggota Kodam IV/Diponegoro yakni Kopral Dua (Kopda) DA anggota Kodim Gunung Kidul, dan Kopda Ahmad anggota Kodim Demak.

Kapendam IV/Diponegoro Kolonel Inf Enjang, mengatakan dua anggota Kodam IV/Diponegoro yakni Kopral Dua (Kopda) DA anggota Kodim Gunung Kidul dan Kopda A anggota Kodim Demak sudah diserahkan ke Pomdam III/Siliwangi.

Baca juga: Proses Hukum Tiga Pelaku Penabrak Sejoli di Nagreg Bakal Dipusatkan di Pomdam III/Siliwangi

Sosok Kolonel Inf Priyanto 

 
Kolonel Inf Priyanto
Kolonel Inf Priyanto (Twitter)

Kolonel P diduga bernama Priyanto 

Nama Kolonel Inf Priyanto kini ramai dibicarakan pada Sabtu pagi (25/12/2021).

Kolonel Priyanto adalah lulusan Akademi Militer pada 1994.

Saat ini bertugas di Korem Gorontalo atau Korem 133 Nani Wartabone. 

Mako Korem 133/NWB berkedudukan di Kecamatan Pulubala, Kabupaten Gorontalo, Provinsi Gorontalo.

Korem 133 NWB merupakan satuan Teritorial yang berada di bawah kendali Kodam XIII Merdeka di Manado.

Jabatannya Kasi Intel Korem 133 / Nani Wartabone sejak Juni 2020.

Sebelumnya ia pernah menjabat Dandim 0730 Gunungkidul pada 2015 silam.

Lalu dipromosi menjadi Irutum Inspektorat Kodam IV Diponegoro sejak April 2019 dan mendapat kenaikan pangkat dari Letkol ke Kolonel.

Saat kejadian, Kolonel Priyanto baru saja membeli mobil Isuzu Panther warna hitam.

Mobil inilah yang tabrak pasangan sejoli yang saat itu berboncengan naik sepeda motor menuju jalan nasional Bandung Garut.

Saat kejadian, Kolonel Priyanto bersama dua oknum TNI AD lainnya yakni Kopral Dua DA dan Kopral Dua Ahmad.

Keduanya adalah mantan anak buah Priyanto saat masih bertugas di Semarang, Jawa Tengah.

Kopral Dua DA bertugas di Kodim Gunung Kidul, Kodam Diponegoro.

Kini ia tengah menjalani penyidikan di Polisi Militer Kodam Diponegoro Semarang.

Sedangkan Kopral Dua Ahmad bertugas di Kodim Demak, Kodam Diponegoro.

Saat ini ia tengah menjalani penyidikan di Polisi Militer Kodam Diponegoro Semarang

Keterlibatan Kolonel Priyanto, Kopral Dua DA dan Kopral Dua Ahmad dalam kasus penabrakan dan pembuangan jenazah Handi Saputra dan Salsabila berkat foto warga.

Saat kejadian, seorang sempat memotret pelaku mengangkat korban ke dalam mobil Isuzu Panther hitam

Warga di lokasi dilarang ikut membantu menangani insiden kecelakaan itu.

Foto mereka kemudian viral di media sosial. Dari penelusuran foto inilah, polisi berhasil mengungkap pelaku.

Motif 3 Oknum TNI Buang Jasad Sejoli Masih Misteri

Pomdam III Siliwangi masih mengumpulkan bukti dan keterangan terkait keterlibatan 3 oknum anggota TNI dalam kasus tabrak lari sejoli di Nagreg, Bandung, Jawa Barat.

Saat ini tiga oknum TNI AD yang terlibat kasus tabrakan dan pembuangan jenazah tersebut masih menjalani pemeriksaan di kodam masing masing-masing.

Kapendam III Siliwangi, Kolonel Inf Arie Trie Hedhianto mengatakan motif ketiga oknum TNI AD tersebut membuang jasad korban masih belum diketahui lantaran baru pemeriksaan awal.

"Sementara belum ada, karena masih pemeriksaan awal, kan banyak," ujar Arie, saat dihuhungi, Sabtu (25/12/2021).

Saat ini pihaknya masih melakukan penyelidikan dan mengumpulkan bukti-bukti lain dalam kasus ini.

"Tetap kita harus cari bukti lain yang mendukung untuk dikonfirmasikan sama dia (pelaku)," katanya.

Sesuai dengan arahan Panglima TNI Jendral Andika Perkasa, ketiga pelaku bakal ditindak sesuai pelanggaran pidananya.

"Seperti yang beliau sampaikan, proses hukum sesuai yang berlaku dengan pasal-pasal yang disampaikan Puspen," ucapnya.

Kronologi

Sejoli Handi Saputra (16) dan Salsabila (14) menjadi korban kecelakaan lalu lintas pada Rabu 8 Desember 2021 sekitar pukul 15.30 WIB di Jalan Raya Nagreg.

Seusai keduanya jadi korban kecelakaan tabrakan, pelaku membawa Handi dan Salsabila.

Warga mengira sejoli itu dibawa ke rumah sakit.

Ternyata belakangan diketahui, korban yang sudah tak berdaya itu dibawa kabur dan dibuang ke Sungai Serayu di Jawa Tengah di dua tempat terpisah.

Handi ditemukan di Kecamawan Rawolo, Kabupaten Banyumas dan Salsabila ditemukan di Kecamatan Adipala Kabupaten Cilacap.

Warga yang menemukan sejoli korban kecelakaan lalu lintas itu tidak menemukan satupun identitas.

Warga kemudian menguburkannya.

Belakangan diketahui, keduanya ternyata Handi dan Salsabila setelah polisi mencocokan data temuan keduanya dengan keterangan keluarga.

Deden Sutisna (41), paman Salsabila bercerita di hari kejadian, keponakannya dijemput teman prianya bernama Handi.

Tak berapa lama setelah dua remaja itu pergi, dia mendapatkan kabar dari warga bahwa Salsabila terlibat kecelakaan.

Ia dan warga yang dekat rumah korban langsung berlari ke jalan raya.

"Saya langsung lari ke depan, jarak dari sini ke depan Jalan Raya tak akan 10 menit atuh," kata Deden.

Namun, kata Deden, korban sudah dibawa oleh pengendara mobil yang menabraknya itu dan katanya akan dibawa ke rumah sakit.

"Maka saya langsung balik lagi ke rumah, membawa sepeda motor," ucap dia.

Deden mengaku, ia menggunakan motor langsung menuju puskesmas, yang merupakan pelayanan kesehatan terdekat di daerah tersebut.

"Pikiran saya langsung ke puskesmas, pas dicari korban tak ada, mungkin di RS lain yang dekat, langsung ke sana ternyata tak ada juga," kata Deden.

Ia mengaku balik lagi ke lokasi kejadian untuk mencari informasi dari warga yang membantu keponakannya saat terjadi kecelakaan.

"Tapi setelah beberapa rumah sakit didatangi, masih juga korban tak ditemukan," tuturnya.

Padahal, kata Deden, saat dia tiba di jalan raya, mungkin mobil yang membawa korban baru berjalan sekitar 500 meter.

"Saya pakai motor, tapi tak terkejar karena saya fokus langsung ke puskesmas dan rumah sakit," kata Deden.

Entes Hidayatulah, ayah korban bernama Handi, sejak hari kejadian, teruas mencari keberadaan anaknya yang tertabrak itu namun tidak kunjung ditemukan.

"Saya sudah mencari ke setiap rumah sakit yang ada di Jawa Barat, ke Ciamis, Tasik, Garut, Cicalengka semua sudah dicari tapi tidak ada, enam hari pencarian tidak ada," ujarnya saat dihubungi Tribunjabar.id, Senin (13/12/2021).

Entes mengatakan dari keterangan warga di lokasi kejadian, anaknya itu dibawa langsung pengemudi yang diduga menabrak kedua korban. Hingga saat ini tidak diketahui anaknya tersebut dilarikan kemana.

Video terkaparnya dua anak tersebut beredari di media sosial, terlihat kedua korban tengah terkapar tidak bergerak di depan mobil yang diduga menabrak keduanya.

"Ada saksi di lokasi yang bilang ke saya bahwa anak saya dimasukan ke dalam mobil tersebut, katanya mau dibawa ke rumah sakit, ke arah Limbangan," ujarnya..(TribunManado/Tribunnews.com)

Artikel ini telah tayang di TribunManado.co.id dengan judul Sosok Kolonel Priyanto yang Disebut Tabrak 2 Sejoli di Nagreg, Lalu Buang Jasad Korban ke Sungai, https://manado.tribunnews.com/2021/12/25/sosok-kolonel-priyanto-yang-disebut-tabrak-2-sejoli-di-nagreg-lalu-buang-jasad-korban-ke-sungai?page=all.

Sumber: Tribun Manado
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved