Breaking News:

Kasus Herry Wirawan

Orang Tua Korban Herry Wirawan dari Tasikmalaya Tak Terima Anak Perempuan Mereka Dirudapaksa

Orang tua korban rudapaksa Herry Wirawan asal Tasikmalaya masih syok dengan kejadian yang menimpa anak perempuan kesayangan

Editor: Machmud Mubarok
TribunJabar.id/Firman Suryaman
Ketua KPAID Kabupaten Tadikmalaya, Ato Rinanto. 

Laporan Kontributor Tribun Jabar, Firman Suryaman

TRIBUNCIREBON.COM, TASIKMALAYA - Orang tua korban rudapaksa Herry Wirawan asal Tasikmalaya masih syok dengan kejadian yang menimpa anak perempuan kesayangan mereka. Bagaimana tidak, korban yang merupakan anak perempuan kesayangan harus menerima kenyataan hidup yang nestapa.

"Jadi tidak hanya korban yang trauma tapi juga pihak orang tua sebenarnya sangat syok," kata Ketua KPAID Kabupaten Tasikmalaya, Ato Rinanto, mengungkapkan, Selasa (14/12).

"Hingga saat ini mereka (orang tua korban, Red) masih belum bisa menerima kenyataan pahit yang menimpa anak kesayangan mereka," ujar Ato.

Hanya saja, menurut Ato, pihak orang tua lebih bisa mengontrol sikap dan perasaan.

"Berbeda dengan ananda yang menjadi korban, hingga saat ini masih belum mau berbicara dengan orang luar termasuk dari KPAID," ujar Ato.

Baca juga: Artis Preman Pensiun Ini Murka pada Herry Wirawan, Sebut Wajahnya Babak Belur Itu Baru Pemanasan

Baca juga: Kejati Jabar Kawal Kasus Herry Wirawan, Kajati Turun Langsung Jadi Jaksa Penuntut Umum

Padahal keberadaan KPAID untuk melakukan pendampingan akan mengurangi beban psikologis yang harus ditanggung korban.

"Makanya kami terus berupaya, ditengah kesibukan mengurusi kasus lainnya, berupaya agar secepatnya bisa berkomunikasi dengan korban," kata Ato.

Terlebih sejak kasus ini muncul bulan Mei, korban yang kemudian dipulangkan bersama para korban lain belum pernah mendapatkan upaya trauma healing.

"Ada kekhawatiran kondisi psikisnya bertambah buruk. Karenanya mudah-mudahan dalam waktu satu atau dua hari ke depan kami sudah bisa mendampingi," ujar Ato. 

Pihak KPAID Kabupaten Tasikmalaya hingga kini masih belum bisa berkomunikasi dengan salah satu korban Herry Wiryawan di Tasikmalaya.

"Hingga hari ini kami masih menunggu kondisi stabil korban," kata Ato Rinanto, di kantornya, Selasa (14/12).

Namun begitu, lanjut Ato, komunikasi intens berjalan dengan pihak keluarga terutama orang tua korban.

"Informasi hari ini saat kami menanyakan kondisi terkini korban kepada orang tua, diperoleh jawaban korban masih belum stabil," kata Ato.

Namun dari komunikasi hari ini dengan orang tua, lanjut Ato, pihak KPAID kemungkinan sudah bisa menemui korban sekitar dua hari ke depan.

"Insyaa Allah dalam dua hari ke depan kami sudah bisa berkomunikasi dan memulai proses pemulihan kondisi psikis korban," ujar Ato.

Ia menambahkan, pihak KPAID sebenarnya dua hari kebelakang mendapat sinyal dari keluarga bahwa korban bisa ditemui.

"Namun setelah kami bersiap-siap ternyata dibatalkan karena korban berubah sikap," kata Ato.

Sebelumnya pihak KPAID mendapat kabar bahwa salah seorang korban kebiadaban Herry Wiryawan berasal dari Kabupaten Tasikmalaya.

Sumber: Tribun Jabar
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved