Breaking News:

Pemkot Cirebon Tetap Lakukan Penyekatan di Perbatasan, Bakal Ada Pemeriksaan Kartu Vaksin Covid-19

Pemkot Cirebon berencana melaksanakan penyekatan di perbatasan Kota Cirebon pada momen libur Natal dan Tahun Baru 2022.

TribunCirebon.com/Ahmad Imam Baehaqi
Ilustrasi: Sejumlah petugas saat memutarbalikkan pengemudi kendaraan berpelat nomor luar Cirebon di Pos Penyekatan Jalan Kalijaga, Kota Cirebon, Sabtu (15/5/2021) 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Ahmad Imam Baehaqi

TRIBUNCIREBON.COM, CIREBON - Pemkot Cirebon berencana melaksanakan penyekatan di perbatasan Kota Cirebon pada momen libur Natal dan Tahun Baru 2022.

Sekda Kota Cirebon, Agus Mulyadi, mengatakan, penyekatan tetap digelar meski pemerintah pusat batal menerapkan PPKM level 3 di seluruh Indonesia.

Namun, menurut dia, penyekatan tersebut lebih ditekankan pada edukasi tentang pentingnya vaksinasi dan protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran Covid-19.

"Penyekatan ini juga dikhususkan untuk kendaraan berpelat nomor selain E atau dari luar aglomerasi Wilayah III Cirebon," ujar Agus Mulyadi saat ditemui di Balai Kota Cirebon, Jalan Siliwangi, Kota Cirebon, Rabu (8/12/2021).

Baca juga: Terapkan PPKM Level 1, Pemkot Cirebon Tetap Larang Perayaan Tahun Baru 2022

Ia mengatakan, pengendara dari luar aglomerasi Wilayah III Cirebon akan diperiksa kartu vaksin Covid-19 dan dirapid test antigen secara acak.

Rencananya, penyekatan itu dilaksanakan di empat titik perbatasan Kota Cirebon, yakni Jalan Tuparev, Jalan Kalijaga, Jalan Jenderal Sudirman, dan Jalan Siliwangi.

Pihaknya mengakui penyekatan di perbatasan Kota Cirebon sebenarnya telah dilaksanakan sejak beberapa waktu lalu setiap akhir pekan.

Baca juga: Ungkap Kasus Subang, Danu Jalani Tes Psikologi, Begini Tanggapan Kuasa Hukum Danu 

"Kali ini, penyekatannya lebih dikhususkan saat momentum Hari Raya Natal dan malam Tahun Baru 2022," kata Agus Mulyadi.

Agus menyampaikan, penyekatan itu untuk mengantisipasi lonjakan kasus Covid-19 karena saat malam pergantian tahun banyak warga yang datang ke Kota Udang.

Karenanya, ia tidak menginginkan kedatangan warga dari luar daerah tersebut mengakibatkan kasus Covid-19 yang kini melandai kembali melonjak.

Baca juga: Pelaku Penyiraman Air Keras Menikahi Sarah Secara Siri, Kapolres Cianjur: Pelaku Sengaja Melukai

"Pemeriksaan rapid test antigen juga sebenarnya sebagai tindak lanjut dari persyaratan perjalanan jauh keluar daerah," ujar Agus Mulyadi.

Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved