Guru Pesantren di Bandung Mencabuli 12 Santrinya, 4 Diantaranya Hamil dan Melahirkan 8 Anak
Dari perbuatan keji oknum guru di pesantren di Cibiru, Kota Bandung HW, 4 dari 18 korban mesti hamil hingga melahirkan 8 bayi.
Laporan Kontributor Tribunjabar.id, Fakhri Fadlurrohman
TRIBUNCIREBON.COM, BANDUNG - Masyarakat Bandung dibuat geger saat mengetahui salah seorang guru di salah satu pesantren di Kota Bandung mencabuli 12 santriwatinya.
Perbuatan bejat yang dilakukan oleh HW (36) tersebut telah dilakukannya sejak tahun 2016 hingga 2019 dan telah menyebabkan 12 santriwati trauma berat atas perbuatannya tersebut.
"Perbuatan terdakwa HW dilakukan di berbagai tempat," ucap Kasipenkum Kejaksaan Tinggi Jabar Dodi Gazali Emil saat dihubungi, Rabu (8/12/2021).
Baca juga: Guru SD Pergoki Sepasang Kekasih Berzinah di Belakang Rumah Malah Minta Jatah, Begini Nasibnya
Dari perbuatan keji HW, 4 dari 12 korban mesti hamil hingga melahirkan 8 bayi.
"Yang sudah lahir itu ada delapan bayi, Kayaknya ada yang hamil berulang. Tapi saya belum bisa memastikan," tuturnya.
12 orang korban tersebut merupakan santriwati dari salah satu pesantren yang berada di Cibiru, Kota Bandung.
Perkara tersebut telah masuk ke pengadilan pada Selasa (7/12) kemarin dan dipimpin oleh ketua Majelis hakim Y Purnomo Surya Adi secara tertutup.
Kasus Serupa: Guru Ngaji Cabuli 14 Anak
Kasus pencabulan yang dilakukan oleh oknum pemuka agama kembali terjadi, kali ini di Kota Padang, Sumatera Utara.
Tak tanggung-tanggung oknum guru ngaji di Kota Padang ini diduga mencabuli 14 orang anak.
Pelaku berinisial MEM panggilan E (59) adalah warga Kecamatan Padang Timur, Kota Padang.
MEM telah dilaporkan 3 anak yang menjadi korban antara lain berinisial; BAF (11), APN (8), dan RPR (9).
Menurutnya, terduga pelaku MEM alias E (59) diamankan oleh Unit PPA Satreskrim Polresta Padang pada Jumat (19/11/2021) sekitar pukul 18.00 WIB.
"Korbannya ada 14 orang anak berdasarkan keterangan sementara yang telah kami himpun selama ini. Mereka para korban diduga disodomi, karena korbannya laki-laki," kata Kompol Rico Fernanda, Sabtu (20/11/2021).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/cirebon/foto/bank/originals/ilustrasi-pelecehan-seksual-terhadap-anak-di-cianjur.jpg)