Breaking News:

Novel Baswedan Beberkan Alasan Terima Tawaran Jadi ASN Polri, Saat Masih Berada di Mabes Polri

Eks penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan memastikan dirinya menerima tawaran menjadi ASN Polri

Editor: dedy herdiana
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Novel Baswedan, Kamis (22/2/2018). 

TRIBUNCIREBON.COM, JAKARTA - Secara tegas eks penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan memastikan dirinya menerima tawaran menjadi ASN Polri pada Senin (6/12/2021).

Novel membeberkan, alasan menerima tawaran Polri itu untuk terus mengupayakan pemberantasan korupsi.

Hal itu Novel sampaikan seusai menjalani sosialisasi terkait pengangkatan khusus 57 mantan pegawai KPK dan penandatangan nota perjanjian di Mabes Polri, Jakarta, Senin (6/12/2021) siang.

Baca juga: Ditendang dari KPK, Novel Baswedan dkk Diterima Jadi ASN Polri, Kadiv Humas: Peraturan Sudah Keluar

Baca juga: INNALILLAHI, Kabar Duka dari Novel Baswedan, Satu dari 57 Pegawai KPK yang Gagal TWK Meninggal Dunia

Baca juga: Mantan Wakil Ketua DPR RI Azis Syamsuddin Didakwa Beri Suap Eks Penyidik KPK Rp 3,6 Miliar

Dijelaskan Novel, dirinya masih menginginkan terus memberantas korupsi di KPK. Sebab di kepemipinan sekarang, trend kepercayaan masyarakat terhadap lembaga anti rasuah terus menurun.

"Tentunya saat itu hanya bisa terjadi ketika pimpinan KPK-nya punya keinginan yang sungguh-sungguh memberantas korupsi. Bukan justru menutupi perkara atau pelaku bermasalah. Saya kira saat itu akan kami tunggu. Kita berkeinginan saat itu tidak terlalu lama," jelasnya.

Sementara itu, eks Ketua Wadah KPK Yudi Purnomo juga mengungkapkan keinginan yang sama dengan Novel.

Ia menuturkan dirinya pun ingin kembali ditugaskan di lembaga anti rasuah seusai menjadi ASN Polri.

"Saya masih yakin saya bisa kembali ke KPK untuk bisa kembali membangun kepercayaan masyarakat kepada KPK," terang dia.

 
Di sisi lain, Yudi mengapresiasi Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo yang merekrut mantan pegawai yang didepak KPK menjadi ASN Polri untuk bersama-sama memberantas korupsi di Indonesia.

"Saya menjadi ASN Polri karena saya melihat dan mendengar pidato dari Pak Kapolri bahwa beliau ingin kita bangsa ini optimis terhadap pemberantasan korupsi sehingga ingin merekrut kami sehingga kami akan fokus dalam penugasan-penugasan," tukasnya.

Sebagai informasi, Sebanyak 44 orang eks pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang bersedia menjadi ASN Polri akan melaksanakan seleksi kompetensi di Gedung TNCC, Mabes Polri, Jakarta Selatan pada Selasa (7/12/2021).

Halaman
12
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved