Breaking News:

Jenderal Andika Perkasa Kerahkan Tambahan Alat Berat, Perkuat BNPB Tangani Gunung Semeru Meletus

Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa juga menambah kiriman alat-alat berat dari TNI AD untuk memperkuat BNPB menangani bencana erupsi Gunung Semeru.

Editor: dedy herdiana
YouTube/Tribun Medan
Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa  

TRIBUNCIREBON.COM, JAKARTA - Panglima TNI  Jenderal Andika Perkasa juga menambah kiriman alat- alat berat dari TNI AD untuk memperkuat BNPB menangani bencana erupsi  Gunung Semeru.

Hal itu dilakukan selain mengerahkan pasukan, tim kesehatan, dan tim dapur lapangan, 

Jenderal Andika Perkasa diketahui juga telah meninjau daerah Bencana Gunung Semeru, Minggu (5/12/2021) kemarin.

Baca juga: Jenderal Andika Perkasa Turunkan Pasukan Demi Bantu Korban Erupsi Gunung Semeru

Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Mayjen TNI Prantara Santosa mengatakan alat- alat berat tersebut sudah tiba di lokasi tadi malam dan akan disebar ke titik-titik yang diperlukan oleh BNPB mulai Senin (6/12/2021) pagi ini.

Selain itu, kata dia, personel dan alat berat dari Yonzipur 5 juga ditempatkan di Desa Supit Urang.

"Alat berat yang dimaksud, antara lain 4 unit Backhoe Loader, 2 unit Self Loader, 1 unit Dozer, 2 unit Bulldozer, 8 Unit Excavator, 8 unit Dump Truck, 1 unit Crane, 1 unit Transporter, 1 unit Crane Cargo, 2 unit Trailer Kavaleri, dan 1 unit Trailer Sipil," kata Prantara.

Sebelumnya Pos Komando (Posko) Tanggap Darurat Bencana Awan Panas dan Guguran Gunung Semeru melaporkan jumlah korban meninggal dunia akibat erupsi Gunung Semeru berjumlah 15 orang, pada Senin (6/12/2021).

Baca juga: Anak Turut Jadi Korban Erupsi Semeru, IDAI Terbitkan Panduan untuk Orangtua Saat Gunung Meletus

Jumlah korban jiwa tersebut bertambah dari sebelumnya berjumlah 14 orang.

Posko juga melaporkan jumlah warga yang masih dinyatakan hilang sebanyak 27 orang.

"Namun demikian, pengecekan dan validasi data terus dilakukan untuk memastikan status korban tersebut," ujar Plt Kapusdatin BNPB, Abdul Muhari.

Hingga hari ketiga, posko tetap melakukan operasi pencarian dan pertolongan terhadap kemungkinan warga yang menjadi korban awan panas guguran  Gunung Semeru yang terletak di Kabupaten Lumajang, Provinsi Jawa Timur, yang meletus pada Sabtu (4/12).

Total korba terdampak yang berhasil dihimpun oleh Posko, yaitu warga terdampak 5.205 jiwa, hilang 27 dan meninggal dunia 15. Posko menurutnya masih memutakhirkan data warga terdampak.

Baca juga: Ganjar Kirim 50 Relawan dan Logistik Senilai Rp934 Juta untuk Korban Erupsi Gunung Semeru

"Dari jumlah mereka yang meninggal dunia, sebanyak 8 jiwa teridentifikasi di Kecamatan Pronojiwo, sedangkan 7 lainnya di Kecamatan Candipuro," katanya.

Sementara itu, warga yang mengungsi berjumlah 1.707 jiwa yang tersebar di 19 titik. Adapun sebaran penyintas terdiri dari, Kecamatan Pronojiwo terdapat 9 titik pos pengungsian.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved