Cerita PSK Sukoharjo Sudah Pasang Tarif Murah Rp 20 Ribu Masih Ditawar, Main di Sawah Bukan di Hotel

Tentu saja dengan tarif murah-meriah itu, jangan mengharap melakukan hubungan seks di kamar hotel.

Editor: Mumu Mujahidin
(TribunSolo.com / Satpol PP Sukoharjo)
Satpol PP Sukoharjo saat melakukan razia PSK di areal persawahan di persawahan di Kelurahan Gayam, Kecamatan/kabupaten Sukoharjo, Kamis (2/12/2021) malam. 

Tio mengatakan, pemasangan baliho yang berisi larangan PSK mangkal dan melakukan transaksi tersebut dilakukan 10 warga.

Selain itu ada 40 warga lain yang turut menyaksikan pemasangan baliho tersebut.

"Total ada 50 warga yang terdiri dari warga bolon beserta warga wirogunan," ucap Tio.

Dia menjelaskan, sebelum mamasang 5 MMT Rabu (24/11/2021) malam.

Pemasangan baliho dan mmt tersebut dilakukan karena masyarakat sudah resah dengan keberadaan PSK yang beroperasi di sekitar jalan selatan Desa Bolon, Kecamatan Colomadu, Kabupaten Karanganyar.

"Tujuan kami memasang baliho tersebut agar PSK-PSK tidak beroperasi di sana, warga sudah resah dengan mereka," pungkasnya. (*)

Baca juga: Kisah TKW Indramayu, Kabur dari Majikan yang Baik, Malah Terperangkap Mucikari di Dubai dan Jadi PSK

Berita lain terkait Cerita Pekerja Seks Komersial

Sumber: Tribun Jateng
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved