Breaking News:

FAKTA Baru Kasus Subang, 10 Hari Sebelum Ditemukan Meninggal, Amalia Bikin Status Bernada Menyindir

Fakta tersebut yakni Amalia Mustika Ratu (23), salah satu korban, yang sempat membuat status di media sosial yang bernada diduga menyindir seseorang.

Editor: Machmud Mubarok
Instagram/Ist
Foto Amalia Mustika Ratu, korban pembunuhan yang jasadnya ditemukan dalam bagasi mobil di Subang 

Selain sosok banpol, dalam kejadian itu juga ditemukan dua benda yang bisa dijadikan polisi sebagai petunjuk penting mengungkap kasus.

Dua benda tersebut terungkap ketika kasus penerobosan TKP kasus Subang oleh Muhammad Ramdanu alias Danu dan oknum bantuan polisi (Banpol) jadi bahan pemeriksaan penyidik Polres Subang.

Saksi kunci Danu yang mengungkap dua benda itu. Yakni, sebuah cutter atau alat pemotong dan gunting yang ditemukannya di bak mandi.

Penemuan dua benda itu sebelumnya berawal dari perintah banpol kepada Danu untuk membersihkan kamar mandi di TKP.

Ternyata, kamar mandi itu dijadikan tempat oleh pelaku untuk membersihkan jejaknya yang menempel di tubuh korban Tuti Suhartini (55) dan Amalia Mustika Ratu (23).

Setelah pelaku membersihkan dua jasad tersebut, kemudian membawanya ke bagasi Alphard. Di situlah, Yosef Hidayah (55) suami Tuti sekaligus ayah Amalia menemukan keluarga intinya tewas.

Achmad Taufan selaku anggota Tim kuasa hukum Yoris Raja Amanullah dan Danu mengungkapkan, temuan cutter dan gunting harus jadi petunjuk penting bagi polisi.

Karena itu, ia meminta polisi memeriksa apa yang menjadi temuan di saat kliennya menemukan benda tajam di bak mandi itu.

"Menurut saya itu petunjuk agar kasus ini segera selesai pelaku segera ditangkap, apalagi di situ ditemui barang bukti cutter dan gunting, jadi temuan ini sangat penting bagi penyidik," ucap Achmad Taufan kepada Tribunjabar.id (grup SURYA.co.id) melalui pesan singkat WhatsApp, Jumat (19/11/2021).

Ia menilai, jika polisi dapat memeriksa, dua benda itu mungkin dapat menjadi temuan baru dan mendapatkan petunjuk untuk mengungkap kasus pembunuhan di Subang itu.

"Tidak ada untung rugi di sini, klien kami Danu hanya menyampaikan kejadian yang sebenarnya terjadi dan kejadian ini seharusnya menjadi petunjuk penting kepolisian untuk menambah bukti-bukti," katanya.

3. Keberadaan mobil yaris

Yoris Raja Amanullah (34) ternyata mengungkapkan kejanggalan terhadap sikap ayahnya, Yosef Hidayah dan pamannya, Mulyana.

Kejanggalan tersebut sudah pernah disampaikan kepada penyidik. Namun, oleh penyidik tidak dimasukkan ke dalam berita acara perkara (BAP).

Padahal, kejanggalan dan kecurigaan Yoris itu sempat membuat Kapolres Subang, AKBP Sumarni syok mendengarnya.

Kepada penyidik, Yoris pernah mengungkapkan kejanggalan tentang perintah Mulyana untuk membawa mobil Yaris dan sejumlah barang ke sebuah tempat.

Hal itu diungkapkan oleh pengacara Yoris, Achmad Taufan saat memberikan klarifikasi terkait simpang siur pembunuhan di Subang, terutama terkait barang bukti dan penerobosan tempat kejadian perkara (TKP).

Taufan membeberkan bahwa banyak hal janggal saat Yoris diminta mengambil barang di TKP. Bahkan, Yoris mengaku saat menjalani pemeriksaan membuat Kapolres Subang syok dan tak menyangka.

Taufan mengatakan, bahwa memang Yosef dan sang adik, Mulyana masuk ke TKP. Hal itu yang kemudian membuat keluarga Yoris dari keluarga Tuti mulai curiga.

Diakui oleh Yoris, kala itu ia juga berada di TKP lantaran diminta untuk mengambil mobil. Yoris bersama Yosef dan Mulyana kemudian mendatangi kediaman Wak Lilis.

Dijelaskan oleh Taufan, Yoris mengaku pernah disuruh oleh Mulyana untuk membawa mobil Yaris dari TKP dan dibawa ke sebuah daerah. Mobil tersebut diminta untuk dibawa ke rumah keponakan Yosef.

"Saat itu Pak Mul suruh mobil dibawa ke suatu daerah, di rumah keponakan pak Yosef untuk diamankan," kata Taufan.

Permintaan itulah yang kemudian mengantarkan kecurigaan keluarga. "Muncul kecurigaan dari keluarga," lanjut Taufan.

Sementara itu, diakui oleh istri Yoris Yanti, ia juga pernah menceritakan soal mobil yang diamankan ke sebuah daerah tersebut pada penyidik. Namun justru hal itu tidak dimasukkan ke dalam BAP.

"Yanti pernah menceritakan pada penyidik, namun tidak dimasukkan dalam BAP," jelasnya.

Padahal menurut Yanti, harusnya kesaksiannya itu bisa jadi bukti apabila Mulyana mengelak hal tersebut.

Achmad Taufan sendiri mengatakan bahwa Yoris juga pernah menceritakan terkait mobil Yaris itu pada Kapolres Subang.

Entah mengapa, reaksi Kapolres Subang justru kaget dan syok mendengar pengakuan Yoris.

"Yoris pun pernah menceritakan terkait Kanit Pak Taryono, menyuruh mengambil dan membawa mobil Yoris kepada Kapolres Subang dan Kapolres Subang pun kaget, syok mendengarnya," kata Taufan.

"Dan Kapolres Subang pun kaget syok mendengarnya," ucap Taufan.

Taufan mengatakan hal ini menjadi janggal lantaran mobil Alphard tempat jasad korban ditemukan langsung dibawa ke Polsek Jalancagak.

Sedangkan beberapa barang lainnya justru dititipkan ke Yoris terlebih dahulu.

"Teman-teman ini kejadian yang memang dialami oleh klien kami Pak Yoris, kejanggalan kami kenapa mobil atau barang itu diperintahkan dibawa duulu oleh Yoris, padahal Alphard langsung dibawa oleh Polsek Jalan Cagak," terangnya.

Pihak kuasa hukum Yoris pun lantas berharap agar kepolisian bertindak profesional memeriksa kejanggalan kejanggalan tersebut.

"Kami berharap penyidik benar-benar profesional dan memeriksa kejadian yang sebenar-benarnya," sambungnya.

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved