Breaking News:

Bencana

Jembatan Terputus Saat Hujan Deras, Warga Dua Dusun di Kecamatan Pakenjeng Terisolasi

terputusnya jembatan tersebut mengakibatkan akses ke dua dusun di Pakenjeng terisolasi sehingga menyulitkan masyarakat beraktivitas.

Editor: Machmud Mubarok
Kecamatan Pakenjeng
Hujan deras yang mengguyur Garut sejak siang tadi sebabkan satu jembatan terputus, Rabu (17/11/2021) sore. 

Laporan Kontributor TribunJabar.id di Garut, Sidqi Al Ghifari

TRIBUNCIREBON.COM, GARUT - Hujan deras yang mengguyur Garut sejak Rabu siang menyebabkan satu jembatan terputus, Rabu (17/11/2021) sore.

Jembatan tersebut berada di Dusun Cibunar, Desa Sukamulya, Kecamatan Pakenjeng, Kabupaten Garut, Jawa Barat.

Camat Pakenjeng, Abuy Supriatna mengatakan  terputusnya jembatan tersebut mengakibatkan akses ke dua dusun terisolasi sehingga menyulitkan masyarakat beraktivitas.

"Jembatan ini menghubungkan ke dua dusun, dusun Cibunar dan Cipayung, jalan ini satu-satunya akses," ujarnya saat dihubungi Tribunjabar.id.

Baca juga: Pembangunan Jembatan Gantung Pramuka di Cirebon Pecahkan Dua Rekor Muri Sekaligus

Baca juga: Banjir di Cianjur, 26 Rumah dan 1 Madrasah Terendam Akibat Bangun Jembatan Program Kota Tanpa Kumuh

Abuy meminta bupati Garut dan BPBD segera menangani jembatan itu karena merupakan jembatan satu-satunya yang digunakan masyarakat untuk beraktivitas seperti sekolah dan kegiatan ekonomi.

"Jalan ini satu-satunya akses untuk menunjang ekonomi, pendidikan masyarakat dan kesehatan, jadi kami mohon segera dibangun jembatan darurat, karena sangat penting," ucapnya.

Saat ini BPBD Kabupaten Garut sedang berkomunikasi dengan PUPR untuk segera memperbaiki jembatan tersebut agar aktifitas  masyarakat kembali bisa berjalan.

Kepala Pelaksana (Kalak) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Garut Satria Budi mengatakan saat ini perubahan iklim yang terjadi di Kabupaten Garut harus diwaspadai.

Perubahan cuaca yang signifikan menurutnya akan terjadi dari bulan November hingga Maret 2022 sehingga rawan terjadi bencana longsor.

"Kami berharap masyarat bisa terus meningkatkan komunikasi baik dengan pemerintahan desa dan kecamatan, bila ada hal-hal yang tidak diharapkan," ucapnya.

Menurutnya di musim hujan ini, masyarakat diharapkan bisa lebih meningkatkan kembali sistem gotong royong yang apabila terdapat saluran-saluran yang terhambat agar bisa dilakukan pembersihan.(*) 

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved