Breaking News:

Pembangunan Jembatan Gantung Pramuka di Cirebon Pecahkan Dua Rekor Muri Sekaligus

Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Jawa Barat meraih dua rekor sekaligus dari Museum Rekor Dunia Indonesia (Muri), Kamis (11/11/2021).

Penulis: Ahmad Imam Baehaqi | Editor: dedy herdiana
Foto ISTIMEWA
Ketua Kwarda Pramuka Jawa Barat, Atalia Praratya, saat saat berpose di jembatan gantung di Desa Kalirahayu, Kecamatan Losari, Kabupaten Cirebon, Kamis (11/11/2021). 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Ahmad Imam Baehaqi

TRIBUNCIREBON.COM, CIREBON - Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Jawa Barat meraih dua rekor sekaligus dari Museum Rekor Dunia Indonesia (Muri), Kamis (11/11/2021).

Rekor itu diraih pada saat peresmian pembangunan Jembatan Gantung Pramuka dan Pesta Siaga di Lapangan Sepak Bola Desa Kalirahayu, Kecamatan Losari, Kabupaten Cirebon.

Dua rekor dari Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI) itu di antaranya, Kwarda Pramuka Jawa Barat sebagai Pemrakarsa dan Penyelenggara Pembangunan Jembatan Gantung Pertama yang menghubungkan Jawa Barat dan Jawa Tengah.

Sementara rekor berikutnya diberikan kepada Ibu Cinta, Atalia Praratya, sebagai Pemrakarsa Jembatan Gantung Pertama yang dibangun oleh Pramuka yang menghubungkan Jabar dan Jateng.

Anugerah rekor MURI tersebut diserahkan oleh Eksekutif Manager MURI, Sri Widyawati, kepada Deni Nurdyana Hadimin selaku ketua Harian Kwarda Jabar, dan Atalia Praratya selaku Ketua Kwarda Jabar. 

Jembatan Gantung Pramuka sepanjang 160 meter dan tingginya 10 meter tersebut dibangun di atas sungai Cisanggarung yang menghubungkan Desa Kalirahayu dan Desa Limbangan Kecamatan Losari, Kabupaten Brebes Kabupaten, Jawa Tengah. 

Ketua Kwarda Pramuka Jawa Barat, Atalia Praratya, saat saat berpose di jembatan gantung di Desa Kalirahayu, Kecamatan Losari, Kabupaten Cirebon, Kamis (11/11/2021).
Ketua Kwarda Pramuka Jawa Barat, Atalia Praratya, saat saat berpose di jembatan gantung di Desa Kalirahayu, Kecamatan Losari, Kabupaten Cirebon, Kamis (11/11/2021). (Foto ISTIMEWA)

Ketua Kwarda Jawa Barat, Atalia Praratya, mengatakan, Pembangunan Jembatan Gantung Pramuka yang menghubungkan dua Provinsi tersebut bermanfaat bagi masyarakat sekitar.

Menurut dia, Pramuka mempunyai tanggung jawab yang besar, sehingga pembangunan jembatan itu bukti nyata Pramuka selalu terdepan dalam pengabdian terhadap masyarakat.

"Ini sebagai pengamalan satya Dharma Pramuka, dan semboyan Berbakti Tanpa Henti," ujar Atalia Praratya saat ditemui seusai kegiatan.

Dalam kesempatan itu, Atalia juga memberikan penghargaan kepada sejumlah pihak yang telah membantu dan berkontribusi dalam pembangunan Jembatan Gantung Pramuka.

Di antaranya, Vertikal Resque Indonesia, tokoh masyarakat setempat, Kepala Desa Limbangan, Kepala Desa Kalirahayu, Petakala Grage, Anggota Penegak dan Pandega yang turut serta dalam karya bakti pembangunan jmbatan itu. 

Pihaknya menegaskan, rekor MURI yang diraih kali ini bukan karena panjang maupun banyaknya jembatan yang dibangun.

"Tapi, bagaimana pembangunan jembatan ini mampu menginspirasi seluruh gerakan gerakan pramuka di Indonesia," kata Atalia Praratya.

Baca juga: Jadwal Lengkap Vaksinasi Covid-19 di Kota dan Kabupaten Cirebon Kamis 11 November 2021

Baca juga: Momentum Hari Pahlawan, Ketua DPRD Kota Cirebon Ingatkan Generasi Muda Jaga Semangat Gotong Royong

Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved