Breaking News:

SAH, Dudung Abdurachman Dilantik Jadi KSAD, Bintang 4 di Pundak Jadi Kado Ulang Tahun ke-56

Presiden Joko Widodo melantik  Letjen TNI Dudung Abdurachman menjadi Kepala Staf Angkatan Darat ( KSAD berselang satu hari dengan HUT ke-55

Editor: Machmud Mubarok
(Youtube KOMPAS.com)
Panglima Kodam Jaya Mayjen TNI Dudung Abdurrachman saat berbincang dengan Pemimpin Redaksi Kompas.com Wisnu Nugroho dalam tayangan BEGINU S2 EPS6: Dudung Abdurachman, Loper Koran dan Keberanian Bersikap Jenderal TNI di Kanal YouTube Kompas.com. 

TRIBUNCIREBON.COM, JAKARTA - Presiden Joko Widodo melantik  Letjen TNI Dudung Abdurachman menjadi Kepala Staf Angkatan Darat ( KSAD) di Istana Negara, Jakarta, Rabu (17/11/2021). Pelantikan ini hanya berselang satu hari dengan hari ulang tahun ke-56 Dudung pada 16 November. 

Dudung mengisi posisi KSAD yang kosong ditinggal Jenderal TNI Andika Perkasa. Di waktu dan tempat yang sama, Andika Perkasa dilantik Presiden Joko Widodo menjadi Panglima TNI.

Dengan menjadi KSAD, itu berarti bintang di pundak Dudung Abdurachman bertambah satu menjadi empat bintang.

Sebelumnya Letjen TNI Dudung Abdurachman menjabat sebagai Panglima Komando Strategis Angkatan Darat (Pangkostrad).

Baca juga: SOSOK Pangkostrad Dudung Abdurachman Disebut Pengamat Berpeluang Ganti Jenderal Andika Jadi KSAD

Baca juga: SOSOK Pangkostrad Dudung Abdurachman Disebut Pengamat Berpeluang Ganti Jenderal Andika Jadi KSAD

Berangkat dari Nol hingga Jadi Perwira TNI

Letjen TNI Dudung Abdurachman merupakan Lulusan Akmil tahun 1988 dari kecabangan infanteri. Ia kelahiran kelahiran Bandung, Jawa Barat, 16 November 1965.

Tak semulus yang orang bayangkan, perjalanan Letjen TNI Dudung hingga akhirnya menjadi seorang perwira dimulai dari nol.

Dikutip dari YouTube KompasTV yang tayang 27 Juni 2020, dirinya mengisahkan soal perjuangan orang tuanya yang membesarkan kedelapan saudara-saudaranya, termasuk dirinya.

Ayahnya adalah seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS), namun meninggal dunia saat Letjen TNI Dudung menginjak bangku SMP.

"Setelah bapak nggak ada ya ibu berjualan kue, kerupuk, terasi," katanya.

Dirinya pun juga berkewajiban untuk membantu sang ibu, hingga mencari kebutuhan yang dibutuhkan rumah.

"Saya harus cari kayu bakar dekat rumah, dan keliling di asrama jualan," tuturnya.

Baca juga: Jokowi Akan Melantik Andika Perkasa Jadi Panglima TNI Besok, Ini Perjalanan Karir Sang Jenderal

Tanpa rasa malu pihaknya juga menceritakan pernah menjadi loper koran saat dirinya duduk di bangku SMA.

"Jadi pagi saya ambil koran, saya baca-baca dulu koran itu terutama Kompas, saya paling seneng Tajuk Rencana Kompas," katanya.

Dudung bercerita, sehabis rutinitasnya mengantar koran selesai, ia kemudian mengedarkan berbagai dagangan buatan ibundanya.

Halaman
123
Sumber: Tribun Cirebon
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved