Breaking News:

Kera Liar Serang Warga Hingga Luka Robek, Petugas Damkar Kesulitan Evakuasi Hingga Lakukan Hal Ini

Setelah dilakukan proses evakuasi, kera dimaksud tetap melakukan perlawanan dan semakin ganas.

Penulis: Ahmad Ripai | Editor: Machmud Mubarok
Humas Damkar Kuningan
Damkar Kuningan lumpuhkan kera ekor panjang yang menyerang warga di permukiman warga. 

Laporan Kontributor Kuningan, Ahmad Ripai

TRIBUNCIREBON.COM, KUNINGAN - Serangan kera liar kembali terjadi  hingga melukai warga di Desa Cirukem, Kecamatan Garawangi, Kuningan. Atas laporan itu, Petugas Damkar Kuningan langsung melumpuhkan kera ekor panjang tersebut.

"Jadi begini, awalnya kera ekor panjang itu menyerang warga. Namun saat kesulitan untuk dievakuasi, akhirnya kami koordinasi dengan komunitas Perbakin dan melumpuhkan pergerakan kera ekor panjang tersebut hingga tewas," kata Kepala UPT Damkar Kuningan, Khadafi saat memberikan keterangan kepada wartawan, Rabu (27/10/2021).

Khadafi mengatakan, sebelum melumpuhkan kera ekor panjang tadi, pihaknya telah menangkap satu ekor kera ekor panjang (Macaca Fascicularis) yang terjebak di atap perumahan warga, Aksi evakuasi itu setelah kera ekor panjang menyerang warga.

"Setelah dilakukan proses evakuasi, kera dimaksud tetap melakukan perlawanan dan semakin ganas. Dari kasus tadi, kami koordinasi dengan BKSDA Cirebon, Polsek Garawangi dan aparat pemerintahan desa setempat.

Baca juga: Monyet Liar di Kuningan yang Melukai Balita Dilepasliarkan di Hutan Pakembangan

Usia proses kordianasi, kami meminta bantuan Perbakin Kuningan, dengan tujuan untuk melumpuhkan kera dimaksud hingga akhirnya mati dan tindakan ini tentu berkaca. PP no 7 /1999 tentang Pengawetan/Pemanfaatan Tanaman dan Hewan / satwa," katanya.

Menurut keterangan Uus (41), warga Desa Cirukem, sekitar pukul 15.00 wib Jum'at 22 Oktober 2021, sepulang kerja melewati jalan Blok Dangder di Desa Pakembangan, ia melihat seekor kera sedang mengganggu seorang ibu yang kebetulan sedang melewati jalan tersebut.

Setelah melihat keadaan itu, Uus mencoba mengusir kera yang besar kemungkinan kera terpisah dari gerombolannya. Saat usai mengusir tadi, tanpa diduga kera itu jinak hingga mengikutinya.

"Namun setelah sampai di rumahnya kera tadi menjadi brutal dengan mencakar serte menggigit pelipis sebelah kanan dan mencakar tangan sebelah kanan," kata Khadafi lagi.

Khadafi menyebut serangan kera yang dilumpuhkan itu bukan kera yang sebelumnya menyerang balita di Kecamatan Darma. "Iya kera kemarin dimatikan itu jauh lebih gede dari kera yang nyerang balita di Kecamatan Darma," katanya. 

Halaman
12
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved