Breaking News:

Biaya Haji Naik, Calon Jemaah Haji di Majalengka Minta Pemerintah Berikan Subsidi

Menyikapi hal itu, Ketua Kelompok Berangkat Haji (KBH) Al-Mabrur Majalengka, Dasuki Mahfud mewakili para calon jemaahnya mengaku keberatan.

Penulis: Eki Yulianto | Editor: dedy herdiana
(Sky News)
ILUSTRASI: Di tengah pandemi corona yang melanda dunia, pelaksanaan ibadah haji di Arab Saudi tetap berlangsung mengikuti protokol kesehatan. 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Eki Yulianto

TRIBUNCIREBON.COM, MAJALENGKA - Di masa pandemi Covid-19 seperti sekarang ini, pemerintah telah menetapkan bahwa adanya penambahan biaya haji sebesar Rp 9,1 juta.

Hal itu diperuntukkan membiayai protokol kesehatan dan adanya kenaikan nilai tukar dollar yang mengakibatkan biaya hotel dan katering naik.

Menyikapi hal itu, Ketua Kelompok Berangkat Haji (KBH) Al-Mabrur Majalengka, Dasuki Mahfud mewakili para calon jemaahnya mengaku keberatan.

Pasalnya, kondisi pandemi Covid-19 ini, seluruh masyarakat serba kesulitan.

"Banyak keluhan dari para jemaah haji yang terdaftar di saya, bahwa keberatan dengan naiknya ongkos haji. Apalagi sekarang, belum dipastikan waktu keberangkatan haji," ujar Dasuki kepada Tribun saat ditemui di salah satu hotel di Majalengka, Senin (25/10/2021).

Ia pun meminta, pemerintah memberikan subsidi terkait biaya tambahan haji.

Yang mana, dinilai memberatkan calon jemaah haji Indonesia khususnya masyarakat kurang mampu.

"Masa pandemi Covid-19 perekonomian dunia belum pulih dan juga dialami masyarakat Indonesia. Jika ongkos haji naik diyakini banyak masyarakat menengah ke bawah yang membatalkan keberangkatannya untuk berhaji ke Tanah Suci tahun 2021," ucapnya.

Kendati demikian, ia menyambut baik kabar adanya kelonggaran bagi para calon jemaah terkait dibukanya kembali keberangkatan ibadah umrah 2021.

Halaman
123
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved