Breaking News:

Pembunuhan Ibu dan Anak di Subang

Yoris dan Danu Tadinya Sendiri, Kini Didampingi 10 Pengacara Hadapi Kasus Kematian Tuti dan Amalia

Dengan sukarela kuasa hukum yang datang langsung dari Jakarta tersebut siap untuk mambantu dalam mendampingi dari Yoris dan Danu.

Editor: dedy herdiana
Youtube Heri Susanto
Yoris dan Danu mulai didampingi pengacara 

Laporan Kontributor Tribunjabar.id Subang, Dwiky Maulana Vellayati.

TRIBUNCIREBON.COM, SUBANG - Menghadapi kasus perampasan nyawa dengan korban Tuti Suhartini dan Amalia Mustika Ratu yang belum menemukan siapa pelakunya, dua saksi kunci ini mulai didampingi kuasa hukum.

Mereka adalah Yoris (34) dan Muhamad Ramdanu alias Danu (21) yang tadinya berjuang sendiri-sendiri tanpa pengacara, kini didampingi 10 pengacara.

Hal tersebut dilakukan keduanya untuk membantu pihak kepolisian dalam menangani perkara dalam kasus perampasan ibu dan anak di Kabupaten Subang.

Indra Zaenal paman dari Yoris serta Danu mengatakan, dengan sukarela kuasa hukum yang datang langsung dari Jakarta tersebut siap untuk mambantu dalam mendampingi dari Yoris dan Danu.

"Allhamdulilah dengan sukarela mereka pengacara memberikan bantuan secara gratis untuk mendampingi Yoris serta Danu dalam kelanjutan perkara," ucap Indra di Subang, Selasa (19/10/2021).

Menurut Indra, Yoris serta Danu sudah menandatangi surat kesepakatan bersama dengan kuasa hukum tersebut.

Yoris dan Danu sewa 9 pengacara terkenal, pengakuan Yosef soal motif pembunuhan Tuti dicurigai
Yoris dan Danu mulai didampingi pengacara terkenal (Youtube Heri Susanto)

"Kemarin yah sudah menandatangi surat kuasa mulai hari ini berarti Yoris serta Danu resmi didampingi oleh kuasa hukum," katanya.

Indra melanjutkan, Yoris dan Danu akan didampingi oleh kuasa hukum sebanyak 10 orang untuk membantu dalam menangani dari perkara yang saat ini sudah berjalan lebih dari dua bulan tersebut.

"Totalnya 10 orang pengacara yang akan mendampingi Yoris sama Danu, mudah-mudahan bisa membantu juga pihak kepolisian," ujar Indra.

Dapat diketahui sebelumnya, pada 18 Agustus 2021 warga dari Kampung Ciseuti, Desa Jalancagak, Kabupaten Subang dihebohkan dengan penemuan mayat dua perempuan yang ditumpuk didalam bagasi mobil mewah jenis alpard.

Keduanya tak lain yaitu seorang ibu dan anak. Pihak kepolisian meyakini bahwa keduanya merupakan korban dari perampasan nyawa.

Baca juga: Petunjuk Baru Pembunuhan Tuti dan Amalia Diungkap Ahli Forensik dari Kuku Amel: Petunjuk Emas

Sementara itu, sudah berjalan 62 hari kasus perampasan nyawa ibu dan anak tersebut pihak kepolisian masih terus berupaya untuk mengungkap kasus yang sudah menjadi bahan perbincangan di masyarakat.

Sejauh ini, sudah 54 saksi dalam pengungkapan kasus sudah dimintai keterangan oleh pihak kepolisian.

Kuku Amalia Jadi Petunjuk Baru

Menginjak hari ke 62 kasus pembunuhan Tuti dan Amalia di Subang, Jawa Barat belum juga terungkap.

Ahli forensik, Kombes Pol Dr dr Sumy Hastry Purwanti SpF, DFM mengungkap hasil autopsi ulang jenazah Tuti dan Amalia yang merupakan korban pembunuhan di Subang.

Seperti diketahui, autopsi ulang itu dilakukan oleh tim forensik Polres Subang, Polda Jabar dan Mabes Polri pada Sabtu (2/10/2021).

Proses autopsi ulang ini untuk memastikan penyebab kematian dari Tuti dan Amalia yang ditemukan tewas terbunuh pada 18 Agustus 2021 silam.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved