TKW Indramayu Akhirnya Ditemukan
Nasib Pilu Casmi TKW Asal Indamayu, Ditahan Majikan Selama 12 Tahun, 5 Tahun Gajinya Tak Dibayar
Nasib nahas menimpa Casmi (56) seorang Pekerja Migran Indonesia atau TKW asal Desa Sukamulya Indramayu
Penulis: Handhika Rahman | Editor: Mutiara Suci Erlanti
Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Handhika Rahman
TRIBUNCIREBON.COM, INDRAMAYU - Nasib Pilu menimpa Casmi (56) seorang Pekerja Migran Indonesia atau TKW asal Desa Sukamulya, Kecamatan Tukdana, Kabupaten Indramayu.
Casmi diketahui hilang kontaknya selama 12 tahun di Arab Saudi.
Dia ternyata dipindah majikan setelah bekerja selama 4 tahun dan tertahan oleh majikannya di wilayah kota Uwaiqilah Provinsi Perbatasan Utara Arab Saudi.
Di majikan yang kedua, Casmi diketahui bekerja selama 8 tahun dan 5 tahun di antaranya gaji Casmi tidak dibayar.
Baca juga: 58 Hari Kasus Perampasan Nyawa Ibu dan Anak di Subang, Yosef Rindukan Sosok Tuti dan Amalia
Kini kondisi Casmi sudah aman di Shelter KBRI Riyadh setelah dijemput paksa didampingi pihak kepolisian, sisa gajinya pun sudah dibayar oleh pihak majikan.
Ketua Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI) Cabang Indramayu, Juwarih mengatakan, dalam penjemputan tersebut, pihak KBRI harus melakukan perdebatan cukup lama.
"Karena Casmi ini oleh majikannya ditahan tidak boleh pulang," ujar dia kepada Tribuncirebon.com, Jumat (15/10/2021).
Juwarih menyampaikan, alasan majikan terus menahan karena sudah membeli Casmi dengan harga mahal saat direkrut dari agen yang memberangkatkan.
Tidak diketahui secara pasti nominal yang dibayar oleh majikan saat mempekerjakan Casmi, hanya saja disampaikan Juwarih, biayanya tidak sedikit.
Oleh karenanya, pihak majikan kerap menahan Casmi walau sudah didatangi oleh pihak KBRI.
Baca juga: Pengendara Motor Dianiaya Oknum Satlantas Deliserdang, Ini Fakta Sebelum Pemukulan Terjadi
Hal ini, disampaikan Juwarih, juga banyak menimpa TKW lainnya di timur tengah.
Di antaranya bahkan ada mengalami nasib buruk, contohnya disiksa atau tidak digaji seperti yang dialami Casmi.
Hal ini pula yang membuat moratorium pengiriman TKW ke negara timur tengah diberhentikan.
"Kalau negara timur tengah itu masih menganggap asisten rumah tangga itu budak, makanya moratorium ke sana diberhentikan," ujar dia.