Pengendara Motor Dianiaya Oknum Satlantas Deliserdang, Ini Fakta Sebelum Pemukulan Terjadi

Di balik kasus ini fakta baru pun muncul mengapa bisa terjadi penganiayaan terhadap pengendara yang bernama Andi Gultom tersebut.

Editor: Machmud Mubarok
TRIBUN MEDAN/INDRA GUNAWAN
Kasat Lantas Polresta Deliserdang, Kompol SL Widodo mencium tangan orang tua pengendara motor yang sempat disiksa anggotanya, Kamis (14/10/2021). 

TRIBUNCIREBON.COM, DELISERDANG - Kasus penganiayaan yang dilakukan oleh oknum Satlantas Polresta Deliserdang terhadap pengendara sepeda motor yang tidak memakai helm saat berkendara masih menjadi perbincangan banyak masyarakat.

Di dunia maya ribuan netizen pun membully oknum polisi bernama Aipda Goncalves Lumbantoruan itu.

Di balik kasus ini fakta baru pun muncul mengapa bisa terjadi penganiayaan terhadap pengendara yang bernama Andi Gultom tersebut.

Sebelum terjadi pemukulan ternyata sempat terjadi cekcok besar.

Dari video yang beredar Andi tidak terima ketika hendak dilakukan penindakan.

Meski tidak mengenakan helm namun ia terus berucap kasar kepada oknum petugas.

"Aku mau kerja jangan kalian cari gara-gara sama aku," ucap Andi berulang ulang.

 
Ketika itu ia pun sempat membentak dan mengeluarkan nada tinggi kepada dua orang petugas.

Tangannya sempat dipukul-pukulkannya ke bagian kepala sepeda motor sambil mengucap kalimat-kalimat kotor.

Ia saat itu tidak terima untuk ditilang dan terus menjerit di keramaian.

Meski respons Andi seperti itu kepada petugas namun mulai dari Kapolresta, Kombes Pol Yemi Mandagi hingga Kasat Lantas Polres, Kompol SL Widodo memohon maaf atas kejadian ini.

Bahkan saat itu keduanya langsung meminta maaf kepada ibu Andi, Sugiani.

Sugiani sempat datang ke Polresta Deliserdang dan hadir di dihadapan wartawan Kamis, (14/10/2021).

SL Widodo bahkan sempat sungkem dengannya sembari mengucapkan permintaan maaf atas kelakuan anggotanya.

Kombes Pol Yemi Mandagi kepada wartawan menegaskan apapun kondisi yang sebelumnya terjadi namun dirinya mengakui kalau anggotanya tetap salah.

"Tidak dibenarkan melakukan pemukulan. Biarpun kondisinya seperti apa harus humanis. Saya meminta agar hal ini tidak terjadi kembali nantinya,"kata Yemi.

Halaman
123
Sumber: Tribun Medan
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved