Breaking News:

Warga Cidempet Sumedang Menderita, Sawah dan Kolam Mengering Terdampak Proyek Tol Cisumdawu

Sawah, kata Dadan, banyak yang terbengkalai dengan kondisi tanah kerontang karena irigasinya tidak berfungsi terdampak proyek tol Cisumdawu

Editor: Machmud Mubarok
Istimewa
Kolam dan sawah milik warga Kampung Cidempet, Sumedang mulai mengering karena terdampak proyek pembangunan jalan tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan (Cisundawu). 

"Banyak yang tidak bisa bekerja di sawah. Lahan pekerjaan lain juga seperti warung sepi dan bangkrut," kata Dadan seraya mengatakan rata-rata jarak rumah warga ke proyek tol hanya 20 meter. Namun, ada juga yang hanya 5 meter.

Dadan sangat berharap pemerintah membuka mata. Warga ingin pindah dengan terlebih dahulu dibebaskan lahannya.

"Di masa sulit ini, uang sekecil apapun sangat berharga bagi kami," katanya.

Yang diungkapkan Dadan, dirasakan pula oleh Ita Karwita (37), warga Cidempet. Menurutnya, kondisi ekonomi warga kampung dengan penghuni 12 keluarga itu kini sangat terpuruk.

"Buat perokonomian, ya sangat terhambat. Contohnya, warung kecil sudah banyak yang gulung tikar," kata Ita melalui telepon.

Senada dengan warga lain, Ita ingin lahannya dibayar sehingga warga bisa pindah rumah.

"Kami jadi terus menanti-nanti. Sudah diajukan untuk pembebasan tapi sampai sekatang belum ada kejelasan," katanya.

Ita khawatir, jika lahan kampungnya tidak dibebaskan seperti lahan di kampung lain, kehidupan di masa depan akan lebih sulit. Akses jalan akan tertutup.

"Dampak ekonomi ke depan bagaimana, akses jalan terputus. Sekarang saja, akses air sudah susah. Air kadang mengalir kadang tidak," katanya.

Belum lagi, kata Ita, bising dan getaran yang menjadi santapan sehari-hari.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved