Breaking News:

Dipekerjakan Jadi Pemandu Karaoke Plus-plus 4 Anak di Bawah Umur harus Mau Layani Pelanggan Pria

Minah mendapat keuntungan setiap jam penyewaan room karaoke dan mendapat jatah dari setiap PK yang melayani hubungan badan dengan pelanggan.

Editor: Mumu Mujahidin
TribunJabar.id/Nazmi Abdurahman
Ilustrasi: Pemandu lagu memakai faceshield saat simulasi penerapan protokol kesehatan di sebuah karaoke di Jalan Braga Bandung, Jumat (3/7/2020). 

TRIBUNCIREBON.COM - Sebanyak 4 gadis di bawah umur dipekerjakan sebagai pemandu karaoke plus-plus di Magelang, Jawa Timur.

Sang pemilik room adalah Minah alias Yuli (29) warga asal Kabupaten Magelang ditangkap petugas Satreskrim Polres Kendal.

Empat anak yang dipekerjakan sebagai pemandu karaoke (PK) berinsial RDM (16), RT (17), PS (15), dan AU (16) asal Kabupaten Wonosobo.

Anak-anak tersebut telah bekerja selama 2 bulan di tempat karaoke Rinjani, komplek lokalisasi Alaska, Desa Gedong, Kecamatan Patean, Kendal.

Dugaan eksploitasi anak di bawah umur ini dibongkar Satreskrim Polres Kendal pada akhir September 2021.

Minah alias Yuli digelandang ke Polres Kendal diduga melakukan eksploitasi anak di bawah umur sebagai PK, Selasa (12/10/2021).
Minah alias Yuli digelandang ke Polres Kendal diduga melakukan eksploitasi anak di bawah umur sebagai PK, Selasa (12/10/2021). (TribunJateng.com/Saiful Ma'sum)

Kasat Reskrim Polres Kendal AKP Daniel Artasasta Tambunan mengatakan, saat dilakukan penggerebekan, ditemukan 4 anak di bawah umur yang berada di lokasi tempat karaoke.

Dua di antaranya sedang menemani pelanggan di sebuah room karaoke.

"Semuanya (PK) di bawah umur asal Wonosobo. Kami amankan juga Minah alias Yuli sebagai pengelolanya," terang Daniel, Selasa (12/10/2021).

Kasatreskrim mengungkapkan, tersangka Minah mendapat keuntungan Rp 50.000 setiap jam penyewaan room karaoke dan mendapat jatah Rp 50.000 dari setiap PK yang melayani hubungan badan dengan pelanggan.

"Setiap kali aktivitas, setiap anak (PK) diminta Rp 50.000. Tarifnya pelanggan ngamar ke PK, terserah PK. Tersangka mematok uang jasa Rp 50.000," jelasnya.

Baca juga: Pemandu Lagu Curhat Butuh Biaya Hidup ke DPRD Kota Sukabumi, Minta Tempat Hiburan Malam Dibuka Lagi

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved