Selasa, 14 April 2026
Superhub Kota Cirebon
Selamat Datang Di SuperHub Pemerintah Kota Cirebon

Aipda R Divonis Mati Usai Terbukti Rudapaksa dan Aniaya 2 Gadis hingga Meninggal, Ini Kronologinya

PN Medan, Sumatera Utara menjatuhkan vonis hukuman mati kepada oknum polisi bernama Roni Syahputra, yang terbukti membunuh dua anak gadis

Editor: Mumu Mujahidin
Ilustrasi Grafis/Tribun-Video.com
Ilustrasi Polisi: Aipda R Divonis Mati Usai Terbukti Aniaya 2 Gadis Secara Keji hingga Meninggal, Ini Kronologinya 

TRIBUNCIREBON.COM - Masih ingat Aipda Roni Syahputra? oknum polisi yang membunuh dua gadis di bawah umur secara keji di Medan.

Pengadilan Negeri Medan, Sumatera Utara menjatuhkan vonis hukuman mati kepada oknum polisi bernama Roni Syahputra, yang terbukti membunuh dua anak gadis.

Oknum polisi berpangkat Aipda itu terbukti secara sah dan meyakinkan melanggar Pasal 340 KUHPidana jo Pasal 65 KUHPidana.

"Menjatuhkan terdakwa Roni Syahputra oleh karena itu dengan pidana mati," ucap Hakim Ketua Hendra Utama Sutardo, Senin (11/10/2021).

Hakim mengatakan, hal yang memberatkan terdakwa yakni perbuatannya menimbulkan penderitaan yang berkepanjangan bagi keluarga korban.

Lalu, perbuatan terdakwa Aipda Roni Syahputra juga dinilai sangat meresahkan masyarakat, dan seorang korbannya bernama Aprilia Cinta masih di bawah umur.

"Sedangkan hal yang meringankan tidak ada,” kata hakim.

Atas putusan tersebut, terdakwa melalui kuasa hukumnya dan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Aisyah yang sebelumnya juga menuntut pidana mati (conform) menyatakan pikir-pikir.

Di luar ruang sidang, keluarga korban saling berpelukan sambil menangis.

Meski petugas Polres Pelabuhan Belawan itu divonis hukuman mati, keluarga korban masih tidak percaya anaknya dibunuh secara keji oleh Aipda Roni Syahputra.

Baca juga: Usai Merudapaksa, Oknum Polisi Medan Bunuh Dua Gadis Muda, Istri Pelaku Lihat Detik-detik Pembunuhan

Ibu korban Aprilia Cinta sampai tak sadarkan diri usai vonis dibacakan.

Ia sangat sedih mengingat kejadian yang menimpa anaknya.

"Makan pun masih disulangi, pergi sekolah pun masih disisiri rambut anakku. Ya Allah anakku," tangisnya pecah.

Sementara itu, ibu korban Riska Fitria juga menangis pilu.

Ia sempat tak sanggup mendengar kronologi bagaimana anaknya disiksa hingga dibunuh oleh Aipda Roni Syahputra.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved