Sabtu, 11 April 2026
Superhub Kota Cirebon
Selamat Datang Di SuperHub Pemerintah Kota Cirebon

Virus Corona

Virus Corona Makin Ngeri, Tapi Bisa Distop Bila Langkah Ini Dilakukan Selain Vaksinasi yang Maksimal

Meski para bos vaksin Covid-19 belum lama ini ramai bicara soal pandemi akan segera berakhir, tapi peneliti sebut virus corona ini makin mengerikan.

Editor: dedy herdiana
Free/crowf
ILUSTRASI Covid-19 varian Delta Plus - Simak gejala yang ditimbulkan hingga cara mengobati varian Delta Plus. 

TRIBUNCIREBON.COM - Meski para bos vaksin Covid-19 belum lama ini ramai bicara soal pandemi akan segera berakhir, tapi tak sedikit pula peneliti yang menyebut pola penyebaran virus corona ini makin mengerikan.

Karena sebuah studi menyebutkan bahwa virus telah bergerak menuju "generasi aerosol yang lebih efisien".

Namun para peneliti tersebut juga menyebutkan masih ada upaya antisipasi untuk menghalau serangan  virius corona yang makin mengerikan tersebut.

Masih terngiang di telinga, bahwa beberapa CEO, dan perusahaan Pfizer dan Moderna berani sebut pandemi Covid-19 akan segera berakhir.

Bahkan penemu vaksin AstraZeneca juga mengatakan bahwa virus corona ini sudah mulai melemah dan di masa depan tak perlu ditakutkan lagi.

CEO perusahaan farmasi Pfizer, AS yang berbasis di New York, pada 26 September menyatakan setuju dengan CEO Moderna yang baru-baru ini berbicara tentang berakhirnya pandemi dalam setahun.

"Apakah Anda setuju dengan ini?" kata pembawa acara ABC bertanya kepada CEO Pfizer Albert Bourla.

"Saya setuju. Saya pikir kita akan kembali ke kehidupan normal dalam setahun," kata Bourla. 

"Saya tidak berpikir itu berarti strain baru tidak akan muncul atau dapat hidup normal tanpa vaksinasi. Itu masih harus dilihatm" tambahnya.

Baca juga: Kelemahan Corona Sudah Terungkap, Pantas Bos Vaksin Covid-19 Berani Bilang Pandemi Segera Berakhir

Sementara itu sebelumnya pun sejumlah peneliti virus Covid-19 menyatakan bahwa virus SARS-CoV-2 yang menyebabkan Covid-19 dapat menular melalui airborne atau udara.

Sebuah studi terbaru bahkan menemukan virus SARS-CoV-2 berkembang lebih baik saat menjadi airborne.

Hal itu meningkatkan kekhawatiran bahwa masker yang longgar hanya memberikan "kontrol sederhana" melawan infeksi. 

Melansir CTV News, 17 September 2021, studi yang dipimpin oleh Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Maryland, melaporkan bahwa virus telah bergerak menuju "generasi aerosol yang lebih efisien".

Para peneliti mengatakan hal itu berarti bahwa langkah-langkah kesehatan akan diperlukan untuk melindungi mereka yang bekerja di tempat umum dan di dalam ruangan, sampai tingkat vaksinasi mencapai tahap "sangat tinggi."

Baca juga: Jangan Abaikan Prokes, Tetap Cuci Tangan dan Pakai Masker, Kasus Covid-19 di Indonesia Masih Tinggi

Selain vaksin, perlu peningkatan ventilasi, peningkatan filtrasi, sanitasi udara UV, dan masker yang lebih ketat.

Sumber: Kompas
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved