Warga Majalengka yang Divaksin Pertama Baru 25,88 Persen, Target 100 Persen Gagal Akhir 2021 Ini
Pencapaian 100 persen vaksin di Kabupaten Majalengka diprediksi bakal selesai pada tahun 2023 mendatang.
Penulis: Eki Yulianto | Editor: Machmud Mubarok
Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Eki Yulianto
TRIBUNCIREBON.COM, MAJALENGKA - Pencapaian 100 persen vaksin di Kabupaten Majalengka diprediksi bakal selesai pada tahun 2023 mendatang.
Hal itu tentunya bakal meleset dari target awal, yakni pada akhir tahun 2021 ini.
Kapolres Majalengka, AKBP Edwin Affandi menyatakan, prediksi itu muncul hasil dari penghitungan data yang selama ini dilakukan.
Menurut data yang ia terima, baru sekitar 271.206 atau 25,88 persen masyarakat Majalengka yang menerima vaksin dosis pertama.
Sedangkan, untuk dosis kedua, baru sekitar 140.160 orang.
"Untuk dosis ketiga baru sekitar 1.906 orang. Artinya, masih sekitar 820.000 orang lagi yang belum vaksin dosis pertama, masih sekitar 940.000 orang lagi yang belum dosis kedua dari target vaksinasi sekitar 1.760.000 untuk kedua dosis," ujar Edwin melalui keterangan resmi yang diterima Tribun, Kamis (30/9/2021).
Baca juga: Selain Vaksinasi, Ternyata Covid-19 Makin Mudah Disembuhkan Dengan Cara dan Minum Obat Ini
Baca juga: KSAL Laksamana TNI Yudo Margono Ajak Semua Pihak Genjot Vaksinasi Covid-19 di Kabupaten Cirebon
Data tersebut tampaknya membuat target pencapaian 100 persen pendistribusian vaksin yang awalnya bakal selesai pada akhir tahun bakal meleset.
Apalagi, kecepatan vaksin harian rata-rata hanya di angka 4.000 dosis.
"Diasumsikan kita hanya melakukan Vaksin 6 hari kerja maka, kita membutuhkan 440 hari kerja. Dalam 1 tahun terdapat 52 minggu x 6 (jumlah hari kerja dalam seminggu) sama dengan 312 hari kerja selama setahun."
"Dengan penghitungan ini maka bila vaksinasi harian hanya di angka 4000 per hari maka selesainya 100 persen warga Majalengka di angka 1.080.000 orang bakal terjadi di Februari 2023," ucap Kapolres yang memiliki latar belakang dokter tersebut.
Kondisi seperti itu, sambung Edwin, berdampak pada Majalengka yang akan masih memilih potensi penularan Covid-19 yang tinggi.
Juga berdampak pada penerapan PPKM terus diperpanjang.
"Tentunya kami terus melakukan penguatan komitmen dengan stakeholder terkait untuk percepatan vaksinasi, khususnya jumlah dosis agar ditingkatkan. Sehingga, meningkatkan kecepatan vaksinasi harian hingga 10.000 perhari," jelas dia.
Sementara, Kepala Dinas Kesehatan Majalengka, Harizal F Harahap tak menampik jika target 100 persen vaksinasi bisa selesai pada 2023 mendatang.
Namun hal itu bakal terjadi jika kecepatan vaksin masih diangka 4.000 dalam sehari.
"Memang di kami percepatan vaksin harian baru diangka 4.000. Makanya, Kapolres meminta kepada kami agar membuat surat resmi yang ditujukan kepada Kemenkes agar pendistribusian dosis vaksin ke daerah bisa ditambah. Sehingga, target kami selesai di akhir 2021 terwujud," katanya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/cirebon/foto/bank/originals/vaksin-pelajar-di-majalengka.jpg)