Minggu, 3 Mei 2026
Superhub Kota Cirebon
Selamat Datang Di SuperHub Pemerintah Kota Cirebon

Setelah Bandung-Garut, Ridwan Kamil Ingin Reaktivasi Jalur Kereta Api Bandung-Ciwidey

Adapun tiga lingkup yakni kereta api cepat Jakarta - Bandung, reaktivasi jalur kereta, dan pembangunan taman kereta api Indonesia (KAI) di Bandung

Tayang:
Editor: Mumu Mujahidin
(Foto Biro Adpim Jabar)
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menandatangani nota kerja sama dengan PT KAI terkait pembangunan infrastrutur kereta api Jabar di Kantor Pusat KAI, Kota Bandung, Kamis (23/9/2021). 

Laporan Wartawan TribunJabar.id, Muhamad Syarif Abdussalam

TRIBUNCIREBON.COM, BANDUNG - Pemprov Jabar menandatangani kerja sama dengan PT Kereta Api Indonesia (Persero) untuk memajukan perkeretaapian di Jabar. 

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dan Direktur Utama PT KAI Didiek Hartantyo menandatangani langsung nota kerja sama.

Adapun tiga lingkup yakni kereta api cepat Jakarta - Bandung, reaktivasi jalur kereta, dan pembangunan taman kereta api Indonesia (KAI) di Kota Bandung.

Gubernur antusias dengan kerja sama dengan PT KAI. Ridwan Kamil sejak dulu berkeinginan Jabar memiliki banyak jalur kereta api.

"Mimpi dan harapannya, Jawa Barat penuh dengan jalur kereta api tapi dalam sejarah republik ini tidak banyak jalur baru. Yang ada jalur zaman Belanda yang sekarang mau diaktivasi," ujar Ridwan Kamil di Kantor Pusat KAI, Kota Bandung, Kamis (23/9/2021) malam.

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menandatangani nota kerja sama dengan PT KAI terkait pembangunan infrastrutur kereta api Jabar di Kantor Pusat KAI, Kota Bandung, Kamis (23/9/2021).
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menandatangani nota kerja sama dengan PT KAI terkait pembangunan infrastrutur kereta api Jabar di Kantor Pusat KAI, Kota Bandung, Kamis (23/9/2021). ((Foto Biro Adpim Jabar))

Salah satu upaya dengan membangun kereta cepat Jakarta-Bandung yang akan menjadi yang pertama di Asia Tenggara (Asean).

Nantinya kereta cepat Jakarta-Bandung ini akan melahirkan peradaban kota baru di jalur yang dilewati.

"Orang sering lupa membangun jalur itu disangkanya hanya untuk ngangkut orang dan barang itu baru 50 persen. 50 persennya itu  adalah menjadi katalisator pusat pertumbuhan baru. Tanpa kereta cepat tidak ada Kota Baru Walini, Karawang, dan Tegalluar," jelasnya.

Selain itu cara selanjutnya adalah dengan mengaktifkan kembali jalur kereta lama.

Satu yang akan beroperasi adalah reaktivasi jalur kereta Bandung-Garut yang rencananya akan diresmikan Presiden Joko Widodo.

Baca juga: Ini Upaya PT KAI Daop 3 Cirebon untuk Menekan Angka Kecelakaan di Jalur Kereta Api

"Makanya tahun ini jalur Bandung - Garut selesai saya inginnya coba dengan Pak Dirut. Survei dulu sebelum saya undang Pak Presiden untuk meresmikan," kata pria yang kerap disapa Kang Emil.

Ridwan Kamil pun berharap agar reaktivasi jalur kereta ini tidak berhenti sampai di sini. Apalagi masih cukup banyak jalur kereta lama peninggalan Belanda yang belum diaktifkan.

Selain itu, Ridwan Kamil juga berharap agar ada jalur kereta baru di bagian selatan Jabar.

Mengingat potensi pariwsata di pantai selatan sangat besar namun belum ditunjang infrastruktur kereta api.

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved