Breaking News:

Ini Upaya PT KAI Daop 3 Cirebon untuk Menekan Angka Kecelakaan di Jalur Kereta Api

PT KAI Daop 3 Cirebon terus berupaya untuk menekan angka kecelakaan di jalur kereta api.

Tribuncirebon.com/Ahmad Imam Baehaqi
Sejumlah penumpang saat akan menaiki kereta api di Stasiun Cirebon, Jl Inspeksi, Kota Cirebon, Senin (23/12/2019). 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Ahmad Imam Baehaqi

TRIBUNCIREBON.COM, CIREBON - PT KAI Daop 3 Cirebon terus berupaya untuk menekan angka kecelakaan di jalur kereta api.

Di antaranya, melalui sosialisasi keselamatan berkendara di perlintasan sebidang yang gencar dilaksanakan.

Manajer Humas PT KAI Daop 3 Cirebon, Suprapto, mengatakan, upaya lainnya yang dilakukan jajarannya ialah menggandeng pemerintah daerah.

Baca juga: Lesti Kejora Risih Dapat Saweran Saat Nyanyi Organ Tunggal Dulu, Sang Ayah Khawatir Ucap Hal Ini

Baca juga: PT KAI Daop 3 Cirebon Klaim Angka Kecelakaan di Jalur Kereta Api Menurun, Begini Penjelasannya

"Terutama dalam hal penutupan perlintasan sebidang," ujar Suprapto saat ditemui usai sosialisasi keselamatan berkendara di perlintasan kereta api di Jalan Slamet Riyadi, Kota Cirebon, Jumat (9/4/2021).

Ia mengatakan, sebanyak 15 perlintasan sebidang ditutup selama 2020.

Seluruh perlintasan tersebut dipastikan tidak dijaga sehungga membahayakan masyarakat.

Selain itu, perlintasan sebidang tersebut juga dipastikan bukan akses jalan utama masyarakat.

Baca juga: BMKG Beri Peringatan Dini Cuaca Ekstrem, Sabtu 10 April 2021: Jabar Potensi Dilanda Hujan Lebat

Baca juga: Jelang Ramadan, PT KAI Daop 3 Cirebon Sosialisasi Keselamatan Berkendara di Perlintasan

"Penutupan perlintasan ini sudah melalui kajian untuk memastikan tidak mengganggu sektor ekonomi warga," kata Suprapto.

Suprapto menyampaikan, tertibnya pengguna jalan dan peran optimal seluruh stakeholder dapat mewujudkan keselamatan di perlintasan sebidang.

Pihaknya juga mengimbau masyarakat selalu menaati rambu lalu lintas saat melintasi rel kereta api.

Jika alarm telah berbunyi dan palang pintu menutup maupun isyarat lainnya, maka para pengendara harus langsung berhenti.

Pasalnya, kereta api wajib didahulukan dan mendapat hak utama dibanding kendaraan lainnya di persimpangan jalan kereta api.

"Aturan tersebut tertuang dalam UU Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Pasal 114," ujar Suprapto.

Penulis: Ahmad Imam Baehaqi
Editor: Mutiara Suci Erlanti
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved