Breaking News:

Bupati Kuningan Raih Penghargaan APE 2021 Atas Pelayanan Kesetaraan Gender dan Perlindungan Anak

penghargaan ini sebagai bentuk pengakuan atas komitmen dan peran para pimpinan kementerian/lembaga dan  pemerintah daerah

Penulis: Ahmad Ripai | Editor: Machmud Mubarok
Humas Pemda Kuningan
Bupati H. Acep Purnama, meraih Penghargaan Anugrah Parahita Ekapraya (APE) Tahun 2021 Kategori Utama Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P3A) Republik Indonesia. 

Laporan Kontributor Kuningan Ahmad Ripai

TRIBUNCIREBON.COM, KUNINGAN - Bupati H. Acep Purnama, meraih Penghargaan Anugerah Parahita Ekapraya (APE) Tahun 2021 Kategori Utama Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P3A) Republik Indonesia. 

"APE merupakan penghargaan yang diberikan kepada kementerian/lembaga dan pemerintah daerah yang dinilai telah berkomitmen dalam pencapaian dan perwujudan kesetaraan gender, pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak, serta memenuhi kebutuhan anak," ungkap Bupati Kuningan Acep dalam keterangannya, Sabtu (25/9/2021).

Menurut Acep, bahwa penghargaan ini sebagai bentuk pengakuan atas komitmen dan peran para pimpinan kementerian/lembaga dan  pemerintah daerah dalam upaya mewujudkan kesetaraan dan keadilan gender dalam strategi pengarusutamaan gender (PUG).

"Kabupaten Kuningan mendapatkan Penghargaan APE Kategori Pratama pada tahun 2013 dan 2016. Selanjutnya Tahun 2018 meningkat menjadi Kategori Madya. Dan pada 2020 hasil evaluasi pembangunan pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak tersebut mendapatkan penilaian meningkat sehingga menadpatkan APE Kategori Utama," katanya.

Baca juga: Harta Kekayaan Naik Rp 6 Miliar Selama Pandemi Covid-19, Bupati Kuningan: Memang Gak Boleh Naik?

Bupati Acep juga mengapresiasi kepada Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) yang telah menginisiasi diselenggarakannya Anugrah Parahita Ekapraya (APE) Tahun 2021 sebagai salah satu bentuk nyata penghargaan bagi pencapaian kesejahteraan gender, pemberdayaan perempuan, dan perlindungan anak di daerah.

"Pemerintah Kabupaten Kuningan telah berkomitmen melaksanakan percepatan pengarusutamaan gender sesuai Amanat Presiden No 9 Tahun 2000 tentang Pengarusutamaan Gender yang merupakan strategi untuk mewujudkan kesetaraan dan keadilan gender," ujarnya.

Landasan ini merupakan bentuk keberhasilan Kabupaten Kuningan dalam mengimplementasikan 7 prasyarat PUG sebagai strategi pembangunan Pemberdayaan Perempuan Dan Perlindungan Anak, sehingga pada pelaksanaannya, Kabupaten Kuningan mengangkat critical issue dalam program PUG, di antaranya meningkatkan pemahaman sumber daya manusia (SDM) dan kapasitas lembaga berkaitan dengan perencanaan dan penganggaran yang berperspektif gender.

"Serta mengawal kesepakatan pemerintah daerah dalam hal urgensi dan pentingnya (melaksanakan) strategi PUG untuk meningkatkan kesetaraan laki-laki dan perempuan. Alhamdulillah, Kabupaten Kuningan kembali menerima penghargaan Anugerah Parahita Ekapraya tingkat UTAMA tahun 2020. Semoga upaya kita menciptakan keadilan bagi SDM perempuan yang memiliki potensi diberbagai bidang pembangunan bisa terwujud," katanya.

Baca juga: Bupati Kuningan Bocorkan Agenda Kunjungan Kerja Presiden Jokowi Besok di Kuningan, Ini Jadwalnya

Terpisah Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBPA) Kabupaten Kuningan, Trisman Supristns menerangkan bahwa penghargaan yang diberikan kepada pemerintah daerah ini jelas telah berkomitmen dan mendukung pelaksanaan Pengarusutamaan Gender (PUG) di kabupaten/kota nantinya diharapkan akan benar-benar mampu menciptakan keadilan bagi SDM perempuan yang memang benar memiliki potensi di berbagai bidang pembangunan.

"Ada Empat Kategori Penerima Anugerah Parahita Ekapraya (APE) Yaitu, Tingkat Pratama (Pemula), Tingkat Madya (Pengembang), Tingkat Utama (Peletakan dasar dan Keberlanjutan) dan Mentor," ungkapnya.

Sementara itu, Anugerah Parahita Ekapraya (APE) dinilai dari  tujuh komponen kunci antara lain. Komitmen (Perda PUG, Pergub PUG), Kebijakan (RPJMD, Renstra OPD), Kelembagaan (POKJA PUG, Focal POINT), Sumber Daya Manusia dan Anggaran (SDM Terlatih PPRG dan Jumlah Anggaran Provinsi Responsif Gender), Alat Analisis Gender (Gender Analisis Pathway (GAP) dan Gender Budgeting Statement (GBS), Data Gender (Data Terpilah Perempuan dan Laki terkait berbagai hal dalam Sumbar satu Data ), Partisipasi Masyarakat (PUSPA kepanjangan dari Partisipasi Publik Untuk Kesejahteraan Perempuan Dan Anak, anggotanya itu Lembaga Masyarakat, Dunia Usaha dan Media). (*)

Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved