Senin, 15 Juni 2026
Superhub Kota Cirebon
Selamat Datang Di SuperHub Pemerintah Kota Cirebon

Banyak TKW Ilegal Berakhir Tragis, SBMI Indramayu Ungkap Cara Daftar TKW yang Sesuai Prosedural

SBMI Indramayu pun sudah membuat skema pendaftaran PMI yang aman dan resmi sebagai panduan bagi masyarakat yang hendak bekerja ke luar negeri.

Tayang:
Penulis: Handhika Rahman | Editor: Mumu Mujahidin
TribunCirebon.com/Handhika Rahman
Ketua SBMI Cabang Indramayu saat menunjukan rekaman video Rokaya (40) yang mengalami sakit di Arbil, Irak, Jumat (24/9/2021). 

Juwarih menilai, skema pendaftaran Calon PMI ini sangat aman dan bakal menekan perekrutan secara unprosedural yang selama ini masih marak terjadi.

SBMI Indramayu pun akan mendesak pemerintah daerah mengimplementasikan skema tersebut secara menyeluruh.

Mengingat, Indramayu menjadi lumbung pengiriman PMI ke berbagai negara penempatan.

Baca juga: Sambil Teteskan Air Mata, TKW Indramayu di Irak Buat Video Minta Tolong ke Jokowi, Lagi Sakit Parah

Ia pun optimis, berbagai persoalan yang selama ini dihadapi para PMI dapat ditekan dan mereka bisa bekerja dengan semestinya.

"Karena selama ini penempatan Calon PMI tidak melibatkan pemerintah di bawah, sehingga para perekrut bisa dengan mudah memberangkatkan Calon PMI secara unprosedural," ujar dia.

Diminta Uang Ganti Rugi

Rokaya (40) Pekerja Migran Indonesia (PMI) atau TKW asal Indramayu sakit parah di Arbil, Irak.

Ia juga ditahan majikan tidak boleh pulang dan harus bekerja.

Hal tersebut disampaikan Ketua Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI) Cabang Indramayu, Juwarih kepada Tribuncirebon.com, Jumat (24/9/2021).

Juwarih menceritakan, menurut keterangan dari TKW yang bersangkutan, alasan majikan menahannya karena sudah membayar mahal untuk mendatangkan Rokaya ke Irak.

Jika ingin pulang, Rokaya harus membayaruanh  ganti rugi.

Ketua SBMI Cabang Indramayu saat menunjukan rekaman video Rokaya (40) yang mengalami sakit di Arbil, Irak, Jumat (24/9/2021).
Ketua SBMI Cabang Indramayu saat menunjukan rekaman video Rokaya (40) yang mengalami sakit di Arbil, Irak, Jumat (24/9/2021). (TribunCirebon.com/Handhika Rahman)

"Sudah sering ngomong minta dipulangkan sama majikannya, tapi majikan bilang beli kamu itu mahal, kalau kamu mau pulang harus bayar ganti rugi," ujar dia.

Masih disampaikan Juwarih, di Irak, Rokaya bekerja di dua majikan sekaligus, majikannya merupakan kakak beradik.

Gaji yang diterima Rokaya pun tidak sesuai, saat berangkat pada 10 Januari 2021 lalu, ia dijanjikan gaji sekitar Rp 8 juta per bulan.

Namun, saat tiba di Irak, gaji yang diterima Rokaya hanya Rp 4 juta per bulan.

Sumber: Tribun Cirebon
Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup E - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 00:00 WIB
Germany
Jerman
7 - 1
Curacao
Curacao
Grup F - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 03:00 WIB
Netherlands
Belanda
2 - 2
Japan
Jepang
Grup E - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 06:00 WIB
Ivory Coast
Pantai Gading
1 - 0
Ecuador
Ekuador
Grup F - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 09:00 WIB
Sweden
Swedia
5 - 1
Tunisia
Tunisia
Grup H - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 23:00 WIB
Spain
Spanyol
VS
Cape Verde
Tanjung Verde
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
Memuat video…
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved