Breaking News:

Cerita Tanjakan Maut Jalan Antar Desa Parung – Karanganyar di Kecamatan Darma Rawan Kecelakaan

Sebuah jalan tanjakan yang menjadi penghubung antar Desa Parung – Karanganayar di Kecamatan Darma, terkenal sebagai jalur yang rawan kecelakaan.

Penulis: Ahmad Ripai | Editor: dedy herdiana
Tribuncirebon.com/Ahmad Ripai
Kondisi tanjakan maut di jalur jalan penghubung Desa Parung - Karanganyar di Kecamatan Darma, Kabupaten Kuningan, Minggu (19/9/2021). 

Laporan Kontributor Kuningan, Ahmad Ripai

TRIBUNCIREBON.COM, KUNINGAN – Sebuah jalan tanjakan yang menjadi penghubung antar Desa Parung – Karanganayar di Kecamatan Darma, terkenal sebagai jalur yang rawan kecelakaan.

Dari informasi yang dihimpun Tribuncirebon.com, terungkap bahwa kecelakaan maut atau kecelakaan lalu lintas yang menimbulkan korban jiwa kerap terjadi di kawasan tersebut.

Tak hanya itu, bahkan sempat terjadi kecelakaan maut yang menyebabkan korbannya terlempar hingga nyangkut di pohon.

Baca juga: Ban Pecah, Kecelakaan Maut Minibus Tabrak Truk Pun Terjadi di Tol Cipali, Empat Orang Meninggal

Kondisi mobil minibus usai tabrakan dengan truk di Kilometer 74 Tol Cipali, Kabupaten Purwakarta, Rabu (22/9/2021)
Kondisi mobil minibus usai tabrakan dengan truk di Kilometer 74 Tol Cipali, Kabupaten Purwakarta, Rabu (22/9/2021) (Tribun Jabar/ Irvan Maulana)

“Emang jalan penghubung dari desa kami atau di tanjakan itu rawan kecelakaan, terakhir beberapa waktu lalu ada pengendara meninggal hingga nyangkut di pohon milik warga,” ungkap Kepala Desa Parung, Osa Maliki saat berbincang kepada Tribuncirebon.com, Rabu (22/9/2021).

Menurutnya, jalur penghubung desa ini sangat aktif dan tidak sedikit kendaraan lalu lalang melewati jalan tersebut.

Namun permasalahannya, bahu jalan desa ini tidak bisa dilewati dua kendaraan roda empat saat bersamaan.

“Iya, jalur penghubung desa ini kecil. Jadi kalau ada mobil berlawanan arah itu tidak bisa dilalui. Bisa lalui saat perwis itu kalau mobil satu dianatara mereka berhenti dulu,” katanya.

Osa Maliki yang juga orang pertama di desa mengatakan, seringnya kejadian kecelakaan atau menghawatirkan pengendara saat berlalu lalang.

Baca juga: Suami dan Kedua Anak Ibu Hamil Dalam Kecelakaan Maut di Pantura, Kini Jalani Perawatan Medis

Tentu berharap adanya solusi dari pemerintah daerah, sebab jalan ini juga sebagai jalur alternative yang menghubungkan Kuningan – Majalengka.

“Jalan desa kami ini kalau musim hujan banyak kendaraan dari luar daerah masuk melintasi jalur ini. Namun dengan kondisi memprihatinkan begini, kami berharap ada perhatian melalui pelebaran atau pembuatan jalur.

Karena jujur, jalan ini sangat bermafaat besar bagi pengendara dari luar daerah kalau musim hujan bisa dibuktikan. Ya, dengan alasan bahwa jalur nasional Kuningan – Majalengka daerah Cipasung itu rawan longsor kalau musim hujan,” ujarnya. (*)

Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved