Breaking News:

Ancaman Tenggelamnya Pantai Utara Jawa Semakin Nyata, Pakar Ungkap Penyebab Sering Banjir di Pesisir

Tenggelamnya pesisir utara Pulau Jawa bukan lagi sebuah prediksi, namun sudah menjadi bahaya yang semakin nyata.

Istimewa
ILUSTRASI Sejumlah petugas dari Pertamina dan warga membersihkan ceceran minyak mentah di Pantai Utara Karawang, Rabu (24/7/2019). 

Laporan Wartawan TribunJabar.id, Muhamad Syarif Abdussalam

TRIBUNCIREBON.COM, BANDUNG - Tenggelamnya pesisir utara Pulau Jawa bukan lagi sebuah prediksi, namun sudah menjadi bahaya yang semakin nyata.

Berdasarkan laporan Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC) atau Panel Antar Pemerintah tentang Perubahan Iklim tahun 2021, kawasan Asia Tenggara akan mengalami dampak yang cukup
parah. 

Kerentanan kawasan ini terhadap kenaikan permukaan air laut ditemukan lebih cepat terjadi dibandingkan daerah lain. Hal ini semakin diperburuk oleh pergeseran tektonik dan efek surutnya air tanah.

Baca juga: Darah Tinggi dan Kolesterol Jahat dapat Turun dengan Bawang Bombai, Begini Cara Mengolahnya

Pakar Iklim dan Meteorologi BRIN yang juga merupakan Wakil Ketua Kelompok Kerja I IPCC, Prof Edvin Aldrian, mengatakan hilangnya wilayah pesisir dan kemunduran garis pantai di Asia Tenggara telah diamati dari
tahun 1984-2015.

Proyeksi menunjukkan bahwa permukaan laut regional rata-rata terus meningkat. 

"Ini membuat kejadian banjir lebih sering di derah pantai. Ditambah lagi Tingkat Total Ekstrim Air (Extreme Total Water Level/ETWL) lebih tinggi di daerah dataran rendah dan erosi pantai mulai terjadi di sepanjang pantai berpasir,” kata Edvin dalam webinar yang diselenggarakan oleh ID COMM bersama dengan BRIN berjudul “Ancaman Tenggelamnya Kota Pesisir Pantai Utara Jawa, Apa Langkah Mitigasinya?”, Kamis (16/9).

Edvin menegaskan bahwa kenaikan air laut tak lepas dari fenomena mencairnya es di kutub bumi dan pemuaian air laut karena pemanasan global.

Baca juga: Kecewa Tak Dapat Apa-apa Komplotan Maling Surati Pemilik Rumah: Rugi Mencuri di Tempat Begini

Inilah yang mengakibatkanpenambahan volume air laut, serta meningkatnya intensitas dan frekuensi banjir yang menggenangi wilayah daratan.

“Dapat disimpulkan bahwa perubahan iklim yang disebabkan aktivitas manusia menyebabkan tingkat banjir yang lebih tinggi termasuk yang terjadi pada pesisir utara Pulau Jawa,” katanya.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved