Paralimpiade Tokyo 2020
Peraih Emas Paralimpiade Asal Majalengka Ini Ternyata Ketua NPCI Kabupaten Tasikmalaya
Bersama pebulutangkis putri asal Riau Leani Ratri Oktila, Hary meraih medali emas ganda campuran kalahkan pasangan Perancis Lucaz Mazur/Faustine Noel
Penulis: Eki Yulianto | Editor: dedy herdiana
Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Eki Yulianto
TRIBUNCIREBON.COM, MAJALENGKA- Nama Kabupaten Majalengka kembali harum di tingkat internasional.
Kali ini, melalui Hary Susanto di ajang Paralimpiade Tokyo 2020, di Yoyogi National Stadium Jepang Minggu (5/9/2021).
Bersama pebulutangkis putri asal Riau Leani Ratri Oktila, Hary meraih medali emas ganda campuran mengalahkan pasangan Perancis Lucaz Mazur/Faustine Noel.
Baca juga: Hary Susanto Raih Emas di Paralimpiade Tokyo 2020, Penghargaan dari Pemkab Majalengka Menanti
Hary sendiri merupakan atlet disabilitas kelahiran Kecamatan Maja, 25 Januari 1975.
Hary Susanto dan Leani Ratri Oktila bertanding dalam pertandingan final nomor ganda campuran SL3-SU5.
Keduanya harus bekerja keras sebelum memastikan kemenangan dengan skor 23-22, 21-17.
Sepanjang kariernya, Hari telah berhasil meraih medali dalam perhelatan nasional dan internasional.
Prestasi nasional yang dia raih, di antaranya 3 medali emas Pekan Paralympic Nasional (Peparnas) Kalimantan Timur 2008, 2 medali emas dan 1 perak Peparnas Riau 2012, dan 3 emas Peparnas Jawa Barat 2016.
Sementara prestasi internasional, di antaranya 1 medali emas dan perak Pespic Games Malaysia 2006, 3 emas ASEAN Paragames Thailand 2007, 3 emas ASEAN Paragames Malaysia 2009, 1 emas dan perak Asian Paragames Guangzhou China 2010, 1 emas, perak, dan perungu Indonesia Open 2014, serta yang terbaru 1 emas Paralimpiade Tokyo 2020.
Meski banyak media menyebutkan Hary adalah atlet asal Majalengka, namun tidak banyak yang tahu Hary terakhir membela Majalengka di event-event olahraga disabilitas khususnya Pekan Paralympic Daerah (Peparda) yang setingkat Porda di Peparda 2010 Bandung.
Baca juga: Hary Susanto Pria Asal Majalengka Raih Medali Emas di Paralimpiade Tokyo 2020, Ini Kata Sang Istri
Hary diduga kecewa dan pindah ke Kabupaten Tasikmalaya.
Hal tersebut disampaikan Ketua National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Majalengka, Hendry Indra Gumilar, Selasa (7/9/2021).
Hary saat Peparda 2010 di Bandung menurutnya dijanjikan bonus Rp 25 juta, tapi hanya diberi Rp 6 juta dan tidak diterima oleh Hary.
Hary kemudian memutuskan membela Kabupaten Tasikmalaya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/cirebon/foto/bank/originals/hary-susanto-raih-emas-di-paralimpiade-tokyo-keluarga-harapan-yang-terwujud-1.jpg)