Kisah G30S PKI
Terlibat G30S/PKI, Brigjen Supardjo Diburu Tim Kalong, 2 Tahun Hilang, DItemukan di Sembunyi di Para
Mantan Brigjen Supardjo yang menjabat Wakil Ketua Dewan Revolusi pada kudeta yang gagal itu, sejak tanggal 1 Oktober 1965 menghilang dan menjadi buron
Penulis: Machmud Mubarok | Editor: Machmud Mubarok
Berkat pengalaman Tim “Kalong” yang umumnya bergerak di malam hari dengan orang-orang yang terlatih, pemeriksaan di atas para-para rumah tidak dilewatkan, karena pemeriksaan di dalam rumah Supardjo tidak ditemukan, maka Kapten Suroso memerintahkan Sersan Sukirman naik ke atas para-para. Apalagi di dinding kamar mandi terlihat jejak telapak kaki yang masih basah.
Sersan Sukirman melaporkan tidak melihat apa-apa di atas karena cuaca di dalam para-para sangat gelap sekali. Ia diperintahkan turun. Selanjutnya Kapten Suroso memerintahkan Peltu Rosadi agar naik memeriksanya sekali lagi.
Dalam keadaan remang-remang Peltu Rosadi melihat ada benda putih di sudut para-para, sedangkan Kapten Suroso dari bawah mendengar bunyi yang mencurigakan di atasnya.
PELTU ROSADI KEMUDIAN BERTERIAK, “KALAU MANUSIA MENYERAH, KALAU BUKAN SAYA TEMBAK!”. AKHIRNYA BENDA PUTIH ITU YANG TIDAK LAIN ADALAH SUPARDJO BERKATA “YA SAYA MENYERAH!”. PELTU ROSADI SELANJUTNYA MEMERINTAHKAN IA TURUN. SUPARDJO YANG HANYA MEMAKAI BAJU KAOS PUTIH TANPA LEHER DAN CELANA PENDEK PUTIH TIBA DI BAWAH DAN BERKATA, “YAH, SAMPAI DI SINI PERJUANGAN SAYA.”
Setelah yakin yang ditangkap Supardjo, Kapten Suroso menanyakan di mana dokumen disembunyikan. Supardjo menjawab “ada di dalam para-para”. Kapten Suroso memerintahkan kembali anak buahnya untuk mengambil dokumen di dalam para-para.
Ternyata ketika Supardjo bersembunyi di dalam para-para tidak membawa senjata, ia membawa radio transistor kecil. Para-para itu selain dipakai tempat persembunyian rahasia, juga berfungsi untuk menyimpan buku dan dokumen-dokumen penting.
Kemudian Supardjo dipersilahkan memakai pakaian. Dengan memakai kemeja warna putih, celana wool dan sandal warna coklat, ia mengucapkan Selamat Hari Lebaran kepada Kapten Suroso dan mengatakan bangga terhadap intel ABRI yang menangkapnya.
Penangkapan Supardjo oleh Tim “Kalong” berlangsung setengah jam dari pukul 05.00 sampai pukul 05.30 pagi. Kemudian Supardjo dibawa ke Kodim 0501 dengan dikawal oleh Kapten Suroso bersama empat anggota AURI. Sedangkan Lettu Udara Moch. Tohir memimpin anggota lainnya menuju jalan Mustang Halim dengan kendaraan yang satunya untuk menangkap Anwar Sanusi yang bersembunyi di tempat itu.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/cirebon/foto/bank/originals/brigjen-supardjo_2.jpg)