Kamis, 23 April 2026
Superhub Kota Cirebon
Selamat Datang Di SuperHub Pemerintah Kota Cirebon

Seminggu Buka, Sejumlah Objek Wisata di Majalengka Masih Sepi Pengunjung

Memasuki masa PPKM Level 2, seluruh lokasi wisata di Kabupaten Majalengka sudah diizinkan beroperasi sejak 26 Agustus 2021 lalu.

Penulis: Eki Yulianto | Editor: dedy herdiana
Tribuncirebon.com/Eki Yulianto
Potret Objek Wisata Terasering Panyaweuyan Majalengka yang masih sepi pengunjung 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Eki Yulianto

TRIBUNCIREBON, MAJALENGKA- Memasuki masa PPKM Level 2, seluruh lokasi wisata di Kabupaten Majalengka sudah diizinkan beroperasi sejak 26 Agustus 2021 lalu.

Dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan, lokasi wisata yang menggambarkan indahnya panorama alam dan memacu adrenalin memberikan banyak promo tiket masuk untuk wahana-wahana di dalamnya.

Sektor pariwisata menjadi salah satu industri yang terkena dampak pandemi Covid-19.

Area yang menjadi tempat berkumpulnya ribuan orang harus rela menutup gerbangnya rapat-rapat sebagai upaya pemutusan mata rantai sebaran virus corona.

Baca juga: Akhir Pekan Ini Bisa Berwisata Sambil Mengenal Sejarah Prabu Siliwangi di Rajagaluh Majalengka

Petilasan atau Pasanggrahan Prabu Siliwangi di Desa Pajajar, Kecamatan Rajagaluh, Kabupaten Majalengka.
Petilasan atau Pasanggrahan Prabu Siliwangi di Desa Pajajar, Kecamatan Rajagaluh, Kabupaten Majalengka. (TribunCirebon.com/Eki Yulianto)

Memang bukan hanya pariwisata yang terdampak, tapi geliat bangkitnya industri relaksasi ini tentu membutuhkan waktu yang tidak sebentar.

Berbeda dengan pusat perbelanjaan, di mana sekelompok masyarakat merasa perlu mengunjungi tempat tersebut karena harus membeli kebutuhan hidup sehari-hari.

Berbeda halnya dengan lokasi wisata, di mana keinginan berleha-leha sambil menghilangkan penat masih bisa dilakukan di rumah atau justru di pusat perbelanjaan.

Beberapa objek wisata yang belum merasakan geliatnya para pengunjung, di antaranya River Tubing Cikadongdong dan Terasering Panyaweuyan Majalengka.

Pengelola objek wisata River Tubing Cikadongdong, Panji Raharja mengaku, pihaknya belum merasakan kembali membludaknya pengunjung seperti sebelum PPKM.

Baca juga: Ini Sejumlah Tempat Menarik yang Ada di Kawasan Objek Wisata Petilasan Prabu Siliwangi Majalengka

Seorang wisatawan saat mandi di Talaga Emas, tempat menarik di dawasan Objek Wisata Petilasan Prabu Siliwangi Majalengka, Sabtu (4/9/2021).
Seorang wisatawan saat mandi di Talaga Emas, tempat menarik di dawasan Objek Wisata Petilasan Prabu Siliwangi Majalengka, Sabtu (4/9/2021). (Tribuncirebon.com/Eki Yulianto)

Masih kata dia, padahal sebelum pembatasan mobilitas masyarakat itu, pengunjung yang datang bisa mencapai ratusan orang.

"Baru dikit-dikit, belum stabil," ujar Panji kepada Tribun, Sabtu (4/9/2021).

River Tubing Cikadongdong sendiri berada di Desa Payung, Kecamatan Rajagaluh, Kabupaten Majalengka.

Di sana, pengunjung mendapatkan sensasi berselancar dengan arus air yang cukup deras.

Bagi para pengunjung yang hendak bermain river tubing, ada dua penawaran jarak yang bisa dipilih.

Untuk jarak 350 meter, pengunjung hanya membayar sebesar Rp 25 ribu di weekday dan Rp 30 saat weekend.

Sementara, jarak terjauh bisa mencapai 1 kilometer dengan kocek Rp 85 ribu per orang.

Meski olahraga river tubing terbilang ekstrem,  pengunjung masih bisa tetap aman karena pengelola sudah membuat jalur yang aman dengan menata bebatuan tersebut.

Selain itu, di bagian-bagian tertentu ada tim yang berupaya menjaga agar peserta olah raga river tibung bisa tetap aman.

Pengunjung juga bisa aman karena pengelola sudah memberikan pelindung bagi peserta, seperti helm, pelindung tangan, lutut dan pelampung.

Sama halnya River Tubing Cikadongdong, objek wisata Terasering Panyaweuyan juga merasakan hal yang sama.

Yakni, belum ada keramaian yang berarti seperti bulan-bulan yang lalu.

Mulyadi, selaku Pengelola Wisata Terasering Panyaweuyan mengaku, ada sejumlah faktor yang mempengaruhi sepinya pengunjung.

Salah satunya, karena faktor musim tanam.

"Jadi kalau lagi kemarau begini kan, para petani tidak sedang menanam, tapi lagi panen. Jadi tidak hijau, itu faktor yang mempengaruhi nya," ucap Mangku, sapaan akrabnya.

Selain itu, masih banyaknya daerah yang masih menerapkan kebijakan pembatasan mobilitas masyarakat di tengah pemberlakuan PPKM menjadi alasan lain.

Ia menduga, masyarakat masih enggan bepergian karena ribetnya syarat perjalanan.

"Apalagi sekarang ada wacana, harus menunjukkan kartu vaksin. Itu yang mungkin orang males keluar untuk wisata, takut ditanyain kartu vaksin," jelas dia.

Kendati demikian, Mangku meyakini lambat laun objek wisata yang dikelolanya kembali dipadati pengunjung.

Meski masa pandemi Covid-19 masih berlangsung.

"Kapasitas di Panyaweuyan sendiri 300 orang. Kalau sebelum pandemi, selalu di atas kapasitas. Ini menjadi destinasi favorit wisatawan," katanya.

Obyek Wisata Terasering Panyaweuyan ini sendiri berada di bawah kaki Gunung Ciremai, di wilayah Kecamatan Argapura, Majalengka.

Keindahannya tak kalah dengan di luar sana.

Sehingga menjadi daya tarik pengunjung untuk mengunjungi keindahan Terasering Panyaweuyan Argapura.

Di objek wisata ini, Anda bisa melihat ladang yang berundak-undak di sekitar lereng kaki Gunung Ciremai dan di sini pengunjung dapat memanjakan mata, karena pemandangan alamnya yang cantik.

Sumber: Tribun Cirebon
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved