Seminggu Buka, Sejumlah Objek Wisata di Majalengka Masih Sepi Pengunjung
Memasuki masa PPKM Level 2, seluruh lokasi wisata di Kabupaten Majalengka sudah diizinkan beroperasi sejak 26 Agustus 2021 lalu.
Penulis: Eki Yulianto | Editor: dedy herdiana
Untuk jarak 350 meter, pengunjung hanya membayar sebesar Rp 25 ribu di weekday dan Rp 30 saat weekend.
Sementara, jarak terjauh bisa mencapai 1 kilometer dengan kocek Rp 85 ribu per orang.
Meski olahraga river tubing terbilang ekstrem, pengunjung masih bisa tetap aman karena pengelola sudah membuat jalur yang aman dengan menata bebatuan tersebut.
Selain itu, di bagian-bagian tertentu ada tim yang berupaya menjaga agar peserta olah raga river tibung bisa tetap aman.
Pengunjung juga bisa aman karena pengelola sudah memberikan pelindung bagi peserta, seperti helm, pelindung tangan, lutut dan pelampung.
Sama halnya River Tubing Cikadongdong, objek wisata Terasering Panyaweuyan juga merasakan hal yang sama.
Yakni, belum ada keramaian yang berarti seperti bulan-bulan yang lalu.
Mulyadi, selaku Pengelola Wisata Terasering Panyaweuyan mengaku, ada sejumlah faktor yang mempengaruhi sepinya pengunjung.
Salah satunya, karena faktor musim tanam.
"Jadi kalau lagi kemarau begini kan, para petani tidak sedang menanam, tapi lagi panen. Jadi tidak hijau, itu faktor yang mempengaruhi nya," ucap Mangku, sapaan akrabnya.
Selain itu, masih banyaknya daerah yang masih menerapkan kebijakan pembatasan mobilitas masyarakat di tengah pemberlakuan PPKM menjadi alasan lain.
Ia menduga, masyarakat masih enggan bepergian karena ribetnya syarat perjalanan.
"Apalagi sekarang ada wacana, harus menunjukkan kartu vaksin. Itu yang mungkin orang males keluar untuk wisata, takut ditanyain kartu vaksin," jelas dia.
Kendati demikian, Mangku meyakini lambat laun objek wisata yang dikelolanya kembali dipadati pengunjung.
Meski masa pandemi Covid-19 masih berlangsung.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/cirebon/foto/bank/originals/suasana-objek-wisata-panyaweuyan-majalengka194.jpg)